Trending

Dari Lahan Desa, Jagung Hibrida Noyan Tumbuhkan Harapan Ketahanan Pangan

Dari Lahan Desa, Jagung Hibrida Noyan Tumbuhkan Harapan Ketahanan Pangan
Panen jagung dilahan dusun Takun desa Sungai Dangin Noyan kabupaten Sanggau Kalbar dorong ketahanan pangan Nasional. Foto : Humas Polsek Noyan.

Sanggau-Spektroom : Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, harapan besar tidak selalu tumbuh dari hamparan pertanian yang luas. Terkadang, harapan itu justru berawal dari sebidang tanah di desa yang dikelola bersama dengan semangat gotong royong.

Semangat itulah yang terlihat di Dusun Tukun, Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Di lahan seluas satu hektare, personel Polsek Noyan bersama kelompok Sukarelawan Tani Mandiri berhasil memanen jagung hibrida, Sabtu (30/10/2026).

Hasil panen Jagung Hibrida . Foto: Humas Polsek Noyan.

Panen tersebut bukan sekadar mengakhiri proses bercocok tanam selama empat bulan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi gambaran bagaimana kolaborasi antara kepolisian, penyuluh pertanian, dan masyarakat dapat menghidupkan potensi lahan produktif di pedesaan.

Tanaman jagung tersebut mulai ditanam pada 30 Juni 2026 di lahan milik Fransiskus Riko Ricardo. Menggunakan bibit jenis Sumo Sakti, tanaman dirawat hingga memasuki masa panen dengan melibatkan kelompok Sukarelawan Tani Mandiri.

Hasilnya cukup menjanjikan. Berdasarkan pengukuran menggunakan metode ubinan pada dua sampel, masing-masing diperoleh berat 3,2 kilogram dan 3,6 kilogram. Dengan rata-rata 3,4 kilogram, potensi produksi diperkirakan mencapai 5,44 ton per hektare.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa lahan yang dikelola secara terencana memiliki peluang menghasilkan komoditas pangan yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat. Panen dipimpin Ps. Kanit Binmas Polsek Noyan Aiptu Mediyanto bersama personel Bhabinkamtibmas.

Turut hadir Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Noyan, Rahimah, serta anggota kelompok Sukarelawan Tani Mandiri.

Kapolsek Noyan Iptu Suhariyanto mengatakan, keberhasilan memanfaatkan lahan produktif perlu menjadi dorongan bagi masyarakat untuk melihat pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi desa.

"Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemanfaatan lahan, penanaman, perawatan hingga pengelolaan hasil panen," katanya.

Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong kelompok tani yang telah menjaga tanaman hingga menghasilkan panen.

Melalui Program 2 Pemanfaatan Lahan Produktif, Polsek Noyan bersama Polres Sanggau berupaya memperkuat pendampingan dan kolaborasi dengan masyarakat serta instansi pertanian. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Dari Dusun Tukun, sebuah pesan sederhana mengemuka: ketahanan pangan dapat dimulai dari desa, dari lahan yang selama ini mungkin belum dimanfaatkan secara maksimal, dan dari kemauan masyarakat untuk bekerja bersama. Sebab, setiap hektare lahan produktif bukan hanya berpotensi menghasilkan panen, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi kesejahteraan masyarakat.

Berita terkait

Pramono Targetkan Seluruh 267 Kelurahan Ikuti Benyamin S Award 2027

Pramono Targetkan Seluruh 267 Kelurahan Ikuti Benyamin S Award 2027

Jakarta-Spektroom: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan seluruh 267 kelurahan di Jakarta berpartisipasi dalam Benyamin S Award (BSA) pada 2027. Target tersebut diharapkan mendorong pemerataan peningkatan kualitas lingkungan, pengembangan inovasi wilayah, serta penguatan peran masyarakat dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Target itu disampaikan Pramono saat

Irvan Idris Saleh, Julianto