Dari Makassar ke Langit Malang: Jejak Emas Pelda Surya Darma, Instruktur Terjun Bebas Divif 2 Kostrad

Dari Makassar ke Langit Malang: Jejak Emas Pelda Surya Darma, Instruktur Terjun Bebas Divif 2 Kostrad
Pelda Surya Darma dengan menenteng trophy kejuaraan terjun bebas ( foto : buang)

Malang-Spektroom: Ketangguhan prajurit udara TNI lahir dari latihan yang presisi dan disiplin tinggi. Di balik itu semua, ada sosok instruktur yang tanpa lelah membentuk para penerjun militer agar mampu menguasai langit dengan kepercayaan diri penuh. Dialah Pelda Surya Darma Saiman, prajurit asal Makassar yang kini menjadi instruktur terjun bebas militer Divisi 2 Infanteri Kostrad Singosari.

Kariernya dimulai ketika ia bergabung dengan Brigif Linud 18 Trisula di Jabung, satuan lintas udara yang menuntut seluruh personelnya memiliki kualifikasi penerjunan bebas.

“Awalnya karena tuntutan satuan. Tapi lama-lama saya merasa olahraga ini menantang dan jarang diminati. Justru dari situ saya ingin menekuninya,” ujarnya.

Belasan Tahun Mengudara, Sejak 2007

Kemampuan terjun bebas Surya mulai terasah sejak 2007, saat ia mengikuti sekolah terjun bebas militer di Pusdikko Kopassus. Hingga 2026, ia telah melakukan lebih dari 60 kali penerjunan, pengalaman yang membentuknya sebagai salah satu penerjun berpengalaman di lingkungan Kostrad.

Momentum penting hadir pada 2019, ketika fasilitas wind tunnel atau lorong angin Divif 2 Kostrad resmi dibangun. Sejak saat itu ia dipercaya menjadi instruktur utama.

“Dulu latihan hanya bisa dilakukan langsung ke udara. Harus menunggu pesawat, operasionalnya besar. Dengan wind tunnel ini, latihan bisa berulang, aman, dan lebih efisien,” jelasnya.

Deretan Prestasi Emas di Arena Skydiving

Bukan hanya mengajar, Pelda Surya Darma juga mencatat prestasi membanggakan baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa raihan prestasinya antara lain:

  • Juara 1 Nasional Indoor Skydiving perdana yang diselenggarakan Kopassus
  • Juara 1 Indoor Skydiving di Cikeas Brimob, digelar oleh Kapolri
  • Juara 2 Internasional Indoor Skydiving, Cikeas Brimob
  • Medali Emas PON Aceh, mewakili Jawa Barat

“Prestasi itu bonus. Yang utama tetap pengabdian dan kemampuan prajurit yang bisa kita tingkatkan,” ungkapnya merendah.

Instruktur Pengendali Angin

Di lorong angin Divif 2 Kostrad, Surya melatih para prajurit melakukan simulasi manuver udara: bergerak kiri, kanan, stabilisasi tubuh, hingga menghadapi potensi kesulitan saat terjun.

“Tekanan angin disesuaikan berat badan. Umumnya berat 65 kg memakai sekitar 70 persen kekuatan angin. Kalau 100 kg bisa 80 persen,” jelasnya.

Meski bekerja di area berisiko tinggi, ia memastikan prosedur keselamatan berjalan ketat. “Alhamdulillah tidak ada kejadian musibah. Instrukturnya sudah dibekali teknik pengawasan, mulai sebelum hingga selesai latihan.”

Fasilitas Terbuka untuk Umum, Namun Minim Ekspos

Menariknya, wind tunnel Divif 2 Kostrad terbuka untuk masyarakat sipil. Kebijakan ini sudah disetujui oleh pimpinan sejak masa Pangdivif Mayjen TNI Susilo.

“Siapa saja boleh mencoba. Prosedurnya mudah, tinggal hubungi kontak yang tertera di banner. Kita akan jadwalkan,” jelas Surya.

Namun minat masyarakat Malang masih minim. Sebagian besar peminat berasal dari kalangan TNI dan keluarganya. “Padahal alat ini sama seperti yang dipakai di iFly Bali atau Cibubur. Bahkan di mall jadi wahana wisata. Hanya karena kurang terekspos, banyak yang belum tahu,” ungkapnya.

Mengajar dengan Pengabdian

Bagi Pelda Surya Darma, mengajar terjun bebas bukan hanya soal teknik. Ini tentang membangun kepercayaan diri, keberanian, dan ketenangan menghadapi risiko. Ia berharap fasilitas latihan ini suatu hari bisa menjadi pusat pengembangan skydiving yang lebih dikenal masyarakat luas.

“Langit itu luas. Kalau berani mencoba, semua orang bisa merasakan sensasinya,” tutupnya.

Dengan rekam jejak yang panjang, prestasi gemilang, dan pengabdian tanpa henti, Pelda Surya Darma tidak hanya menjadi instruktur terjun bebas—ia adalah penjaga standar keselamatan, pembina generasi penerjun baru, sekaligus inspirasi bagi prajurit muda yang bermimpi menembus langit.

Berita terkait

Lekransy Usulkan Dana Khusus Wilayah Kepulauan untuk Percepat Pemerataan Pembangunan Maluku

Lekransy Usulkan Dana Khusus Wilayah Kepulauan untuk Percepat Pemerataan Pembangunan Maluku

Ambon- Spektroom : Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, mengusulkan pembentukan Dana Khusus Wilayah Kepulauan (DKWK) sebagai instrumen fiskal afirmatif guna mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di Maluku. Usulan tersebut disampaikan Ronald Lekransy saat menjadi narasumber dalam Diskusi Panel bertema “Birokrasi dan Kebijakan Publik Berbasis Kepulauan”

Eva Moenandar, Buang Supeno, Junaidi
Bupati H.Suhardiman Amby Hadiri Muscab PDI Perjuangan Kuansing

Bupati H.Suhardiman Amby Hadiri Muscab PDI Perjuangan Kuansing

Teluk Kuantan-Spektroom : Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Dr. H. Suhardiman Amby, MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran kader PDI Perjuangan yang dinilai konsisten mendukung berbagai program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kuansing. Hal tersebut disampaikan Suhardiman saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) PDI Perjuangan Kabupaten Kuansing yang digelar di Gedung Abdoerrauf, Sabtu (20/

Salman Nurmin, Rafles
Pemkab Kuansing Salurkan Bantuan Sosial  Untuk Masyarakat Yang Tertimpa Musibah Kebakaran di Desa Sentajo Raya

Pemkab Kuansing Salurkan Bantuan Sosial Untuk Masyarakat Yang Tertimpa Musibah Kebakaran di Desa Sentajo Raya

Teluk Kuantan-Spektroom : Respons cepat Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam membantu warga yang tertimpa musibah kebakaran mendapat apresiasi dari Kepala Desa Koto Sentajo, H. Bahmada. Ia menilai kepedulian Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, patut diapresiasi karena langsung menginstruksikan penyaluran bantuan melalui Dinas Sosial PMD kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan tersebut

Salman Nurmin, Rafles