Dari Ruang Kuliah ke Layanan Kesehatan, IAHN Tampung Penyang Gandeng RS Muhammadiyah
Palangka Raya-Spektroom : Pendidikan di kampus bukan hanya soal kegiatan belajar-mengajar dan pencapaian akademik. Kesehatan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian agar aktivitas pendidikan berjalan dengan baik.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Tampung Penyang Palangka Raya menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Islam Muhammadiyah Palangka Raya dalam pelayanan kesehatan Medical Check Up (MCU). Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama di Ruang Rapat Rektorat, Senin (19/10/2026).
Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, Prof. Tiwi Etika, Ph.D., menegaskan bahwa kesehatan sivitas akademika merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan di tengah pelaksanaan tugas pendidikan dan pengembangan kampus.
“Di balik perhatian kita terhadap mahasiswa dan kegiatan akademik, kesehatan juga menjadi hal yang sangat penting. Kami menyambut baik dan mengapresiasi kerja sama ini karena tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan dalam dokumen yang diharapkan dapat segera diimplementasikan,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Menurut Tiwi Etika, kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah konkret untuk mengembangkan layanan kesehatan bagi warga kampus. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mendukung kebutuhan institusi terhadap unit layanan kesehatan sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dan pengembangan program studi.

Sementara itu, Direktur RS Islam Muhammadiyah Palangka Raya, dr. Lia Indriana, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Tidak hanya dalam pelayanan MCU, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelatihan kesehatan.
“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi. Melalui MoU ini, diharapkan ada langkah nyata yang dapat dilaksanakan bersama, baik dalam pelayanan kesehatan maupun kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelatihan,” ungkapnya.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut dalam program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika. Penguatan layanan kesehatan sekaligus membuka ruang sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan warga kampus.
(Polin-Mahdina R)