Dari Sepiring Tahu Lontong, Dapur 16 Menghadirkan Rasa, Cerita, dan Kebersamaan

Dari Sepiring Tahu Lontong, Dapur 16 Menghadirkan Rasa, Cerita, dan Kebersamaan
Kuliner Dapur 16, sajikan menu sederhana dan legenda

Spektroom – Tahu Lontong Dapur 16, inspirasi usaha sederhana yang menghidupkan Kota Batu. Berawal dari hidangan tradisional yang merakyat, tahu lontong dan tahu telur, Dapur 16 di Jl. Ridwan 03, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, kini menjelma menjadi ruang kuliner sekaligus ruang kebersamaan bagi masyarakat.

Dapur 16 buka setiap hari

Bagi pencinta kuliner tradisional, tahu lontong dan tahu telur tentu bukan menu asing. Namun di Dapur 16, dua sajian tersebut diolah dengan racikan bumbu kacang yang khas, petis gurih, dan pas di lidah. Kesederhanaan penyajian justru menjadi kekuatan utama, menghadirkan rasa jujur yang mampu memikat pelanggan dari berbagai kalangan.

Owner Dapur 16, Budi Kabul, mengatakan dipilihnya menu tahu lontong dan tahu telur karena merupakan makanan favorit warga Batu yang selalu memiliki penggemar. Selain mudah diterima semua kalangan, menu tersebut juga sarat nilai tradisi dan kenangan rasa.

“Karena permintaan teman-teman yang menginginkan menu tahu telur dan tahu lontong, akhirnya kami sediakan hidangan tersebut,” ungkap Budi, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DHC 45 Kota Batu.

Tak hanya menawarkan cita rasa, Dapur 16 juga menghadirkan suasana yang hangat dan bersahabat. Menariknya, tempat ini menyediakan fasilitas karaoke gratis bagi para pelanggan. Sambil menikmati seporsi tahu lontong atau tahu telur hangat, pengunjung bisa bernyanyi bersama keluarga, sahabat, maupun komunitas, sehingga tercipta suasana akrab dan penuh keceriaan.

Menu Legenda Tahu telur dan tahu Lontong

Kehadiran Dapur 16 pun menjadi tempat singgah berbagai komunitas. Komunitas penyanyi Kota Batu yang tergabung dalam Bina Talenta Komunitas (BTK), misalnya, menyempatkan diri mencicipi tahu lontong dan tahu telur saat berkunjung.

“Wow, tidak mengira ternyata lezat dan enak menu di sini,” ujar Modin, panggilan akrab salah satu anggota BTK Batu, usai menikmati sajian khas Dapur 16.

 Dengan harga yang terjangkau, Dapur 16 menjadi pilihan kuliner yang ramah di kantong tanpa mengorbankan kualitas rasa. Murah, meriah, namun memiliki cita rasa layaknya hidangan kelas atas, menjadikan tempat ini cepat mendapat tempat di hati pelanggan.

Salah satu pelanggan, Didik Romo Sumintardjo, bahkan menilai cita rasa tahu lontong di Dapur 16 sulit ditandingi.

“Belum ada di Batu rasa tahu lontong selezat yang ada di Dapur 16,” paparnya.

 Lebih dari sekadar tempat makan, Dapur 16 menjadi contoh bahwa usaha sederhana, jika dijalankan dengan kejujuran rasa dan sentuhan kebersamaan, mampu menghidupkan ruang sosial di tengah kota. Dari sepiring tahu lontong dengan bumbu kacang dan petis yang khas, Dapur 16 membuktikan bahwa kuliner lokal bisa menjadi inspirasi usaha sekaligus perekat silaturahmi warga Kota Batu.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti