Dari Tribun ke Foodcourt, AVC Jadi Panggung Rezeki UMKM Pontianak

Dari Tribun ke Foodcourt, AVC Jadi Panggung Rezeki UMKM Pontianak
Areal foodcourt UMKM dipadati pengunjung kendati gelaran AVC hari ini istirahat jelang semifinal besok. (Foto: Apolo/Spektroom)

Feature : oleh Apolonius welly

Pontianak-Spektroom : Riuh tepuk tangan penonton di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak tak hanya menjadi penanda sengitnya pertandingan AVC Men’s Volleyball Champions League 2026.

Kendati hari ini Jumat (25/5/2026) jadwal AVC masuk waktu jeda tidak ada pertandingan yang berlangsung dan baru digelar kembali Sabtu besok (16/5/2026) yaitu babak semi final.

Namun areal di luar arena pertandingan, denyut ekonomi lokal masih menjadi perhatian dikunjungi masyarakat .

Aroma makanan dari stan kuliner bercampur dengan suara transaksi para pengunjung menjadi pemandangan lain yang tak kalah hidup selama event internasional berlangsung.

Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ajang voli bergengsi Asia itu bukan sekadar tontonan olahraga, melainkan momentum mendatangkan rezeki.

Di area foodcourt yang dipadati penonton sejak sore hingga malam hari, stan milik Srikandi Kitchen menjadi salah satu yang ramai diserbu pembeli.

Henny, pemilik usaha tersebut, mengaku penjualannya meningkat tajam sejak kompetisi AVC digelar di Pontianak.

“Alhamdulillah, sejak adanya AVC ini dagangan kami jauh lebih ramai dari biasanya.

Banyak tamu dari luar daerah bahkan luar negeri datang membeli makanan dan mencoba produk lokal,” ujarnya.

Menurut Henny, kehadiran event internasional memberi dampak langsung bagi pelaku usaha kecil yang selama ini mengandalkan penjualan harian.

Ia menyebut lonjakan pengunjung membuat omzet pedagang meningkat hampir setiap hari pertandingan berlangsung.

Tak hanya menjual makanan, para pelaku UMKM juga memanfaatkan momen tersebut untuk memperkenalkan produk khas Kalimantan Barat kepada tamu dan penonton yang datang dari berbagai daerah.

“Event seperti ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga peluang besar untuk promosi daerah dan membantu ekonomi masyarakat kecil,” katanya.

Suasana meriah memang terasa hampir di seluruh sudut arena AVC.

Pengunjung tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga menikmati pengalaman hiburan yang lengkap.

Deretan stan makanan, minuman, hingga produk lokal menjadi daya tarik tersendiri di sela pertandingan.

Uca, salah satu penonton AVC asal Pontianak, mengaku menikmati konsep event yang menghadirkan ruang bagi UMKM lokal untuk tumbuh bersama kemeriahan olahraga internasional.

“Seru sekali karena habis nonton pertandingan bisa langsung kulineran. Banyak makanan lokal yang enak dan suasananya jadi lebih hidup,” ujarnya.

Di sisi lain, Polda Kalimantan Barat sebagai pihak yang menggagas dan mendukung pelaksanaan event tersebut menilai dampak ekonomi bagi masyarakat menjadi bagian penting dari penyelenggaraan AVC 2026.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono mengatakan pihaknya ingin kehadiran event internasional tidak hanya sukses dari sisi pertandingan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga mendukung kegiatan positif yang memberikan dampak langsung bagi warga dan pelaku usaha lokal di Kalimantan Barat,” katanya.

Menjelang berakhirnya AVC Men’s Volleyball Champions League 2026, para pelaku UMKM berharap event serupa kembali digelar di Pontianak.

Di tengah sorak penonton dan gemerlap pertandingan internasional, mereka menemukan ruang baru untuk tumbuh dan bertahan.

Berita terkait

Human Error Masih Mendominasi Tingginya Laka Lantas di Kalbar

Human Error Masih Mendominasi Tingginya Laka Lantas di Kalbar

Pontianak-Spektroom : Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Evaluasi Direktorat Lalu Lintas Polda Kalbar menunjukkan sebagian besar insiden di jalan raya dipicu faktor kelalaian manusia atau human error, mulai dari rendahnya disiplin berkendara, pelanggaran aturan lalu lintas, hingga kurangnya konsentrasi pengendara. Meski demikian,

Apolonius Welly, Rafles
Menteri Kelautan dan Perikanan: Pemerintah Sedang Membenahi Sektor Hulu Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Menteri Kelautan dan Perikanan: Pemerintah Sedang Membenahi Sektor Hulu Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Tanjungpinang-Spektroom : Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah memiliki pabrik pengolahan ikan yang di bangun di atas tanah seluas 3,4 hektar untuk mendorong penguatan Hilirisasi Perikanan. Pabrik tersebut diresmikan Meteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di tandai dengan penanda-tanganan secara bersama di PT Bintan

Desmawati, Rafles