Trending

Dari Wastra hingga Perhiasan, Inovasi Dekranasda Palangka Raya Menarik Perhatian DPRD Kotim

Dari Wastra hingga Perhiasan, Inovasi Dekranasda Palangka Raya Menarik Perhatian DPRD Kotim
Ketua DPRD Kotim, Rimbun, dengan rombongan saat menyaksikan langsung ke Handicraft Gallery Dekranasda Kota Palangka Raya, Jumat.(Foto: MC P. Raya).

Palangka Raya-Spektroom : Kerajinan lokal tidak sekadar menghasilkan karya yang indah, tetapi juga menyimpan identitas budaya dan peluang ekonomi bagi masyarakat. Potensi inilah yang terus dikembangkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Palangka Raya hingga menarik perhatian DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Ketertarikan tersebut terlihat saat Ketua DPRD Kotim, Rimbun, bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Handicraft Gallery Dekranasda Kota Palangka Raya, Jumat (30/10/2026). Rombongan diterima Wakil Ketua Dekranasda Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, mewakili Ketua Dekranasda.

Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman sekaligus mempelajari strategi pembinaan perajin, pengembangan produk berbasis potensi lokal, hingga upaya memperluas akses pemasaran.

Dekranasda Kota Palangka Raya selama ini mendorong pelaku usaha kerajinan agar tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki daya saing. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam berbagai ajang promosi daerah maupun nasional, seperti Kalteng Expo dan APEKSI.

Melalui kegiatan tersebut, para perajin berpeluang memperkenalkan hasil karya sekaligus membangun jejaring usaha dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian rombongan DPRD Kotim adalah konsep Lamiang Living Heritage. Konsep ini memadukan kekayaan budaya dan kearifan lokal Kalimantan Tengah melalui wastra serta karya perhiasan, sehingga warisan budaya dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetis dan ekonomi.

Wakil Ketua Dekranasda Kota Palangka Raya, Iin Hendrayati Idris, menegaskan bahwa pembinaan perajin harus diarahkan pada keberlanjutan usaha dan peningkatan nilai tambah produk.

“Pembinaan perajin tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana produk tersebut memiliki kualitas, keunikan, nilai tambah, dan mampu dipasarkan secara berkelanjutan,” ujar Iin.

Menurutnya, penguatan ekosistem usaha kerajinan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dengan demikian, perajin diharapkan tidak hanya menjadi peserta pameran, tetapi mampu berkembang menjadi pelaku usaha mandiri yang memiliki daya saing.

Kunjungan DPRD Kotim tersebut diharapkan menjadi referensi dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi kreatif di daerah. Lebih dari itu, pertukaran pengalaman antardaerah dapat membuka peluang kolaborasi untuk menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui karya para perajin lokal.
(Polin-Usep/ndk)

Berita terkait

Pramono Targetkan Seluruh 267 Kelurahan Ikuti Benyamin S Award 2027

Pramono Targetkan Seluruh 267 Kelurahan Ikuti Benyamin S Award 2027

Jakarta-Spektroom: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan seluruh 267 kelurahan di Jakarta berpartisipasi dalam Benyamin S Award (BSA) pada 2027. Target tersebut diharapkan mendorong pemerataan peningkatan kualitas lingkungan, pengembangan inovasi wilayah, serta penguatan peran masyarakat dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Target itu disampaikan Pramono saat

Irvan Idris Saleh, Julianto