Dekan FISIP Unsoed Promosikan Budaya Banyumas Lewat Kuliah Tamu di Thailand

Dekan FISIP Unsoed Promosikan Budaya Banyumas Lewat Kuliah Tamu di Thailand
visiting lecture yang disampaikan Dekan FISIP Unsoed, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., di Burapha Business School (BBS), Burapha University, Chonburi, Thailand, (Foto : Prof. Slamet Rosyadi,)

Chonburi, Thailand – Spektroom
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus memperluas jejaring internasional melalui kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.

Salah satu upayanya diwujudkan melalui kegiatan visiting lecture yang disampaikan Dekan FISIP Unsoed, Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., di Burapha Business School (BBS), Burapha University, Chonburi, Thailand,

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda International Research Collaboration (IRC) 2026 antara Unsoed dan Burapha University yang berlangsung pada 20–23 Juli 2026.

Selain memperkuat kerja sama akademik, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, dan pariwisata Banyumas kepada civitas akademika Burapha University.

Dalam kuliah bertajuk "Discover Banyumas: Nature, Culture, and Food in the Heart of Java", Prof. Slamet memaparkan kekayaan alam, tradisi, kuliner, serta karakter masyarakat Banyumas yang dikenal hangat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.

Ia juga mengulas perkembangan tata kelola pembangunan berkelanjutan dan administrasi publik di Indonesia.

Dekan Fisip Unsoed Prof. Slamet Rosyadi, Sabtu, (25/7/2026). mengatakan terdapat sejumlah kesamaan budaya antara Banyumas dan Thailand yang dapat menjadi jembatan dalam mempererat hubungan kedua institusi.

Salah satunya adalah karakter cablaka masyarakat Banyumas yang memiliki kemiripan dengan konsep sanuk di Thailand, yang mencerminkan sikap ramah, terbuka, dan penuh kegembiraan.

Kuliah tamu tersebut mendapat sambutan antusias dari mahasiswa Program Studi Pariwisata Burapha Business School. Salah seorang peserta, Ruengrit Mahamontri, mengaku tertarik mengenal Indonesia setelah mengikuti perkuliahan tersebut.

"Saya belum pernah ke Indonesia. Setelah mendengar penjelasan Prof. Rosyadi, saya membayangkan alamnya sangat indah dan budayanya menarik. Semoga suatu saat saya bisa berkunjung ke sana," ujarnya.

Selain kuliah tamu, delegasi FISIP Unsoed yang terdiri atas Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., Prof. Dr. Wahyuningrat, M.Si., Dr. Muhammad Yamin, M.Si., Dr. Agus Ganjar Runtiko, M.Si., dan Shadu Satwika Wijaya, M.Si., juga mengikuti serangkaian diskusi akademik bersama dengan akademisi Burapha Business School.

Prof. Slamet mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Unsoed dan Burapha University melalui riset kolaboratif, pertukaran akademik, serta promosi potensi lokal Banyumas di tingkat internasional.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat memperluas rekognisi internasional Unsoed sekaligus mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi," katanya.

Berita terkait