Desa Tulungrejo Batu Raih Juara Pertama Paritrana Award 2024 Tingkat Jawa Timur

Desa Tulungrejo Batu Raih Juara Pertama Paritrana Award 2024 Tingkat Jawa Timur
Kepala desa Tulungrejo Suliono menerima Paritrana Award dari. wakil gubernur Jatim Emil Dardak

Spektroom – Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kali ini, desa yang dikenal sebagai destinasi wisata ini berhasil meraih Juara Pertama Paritrana Award 2024 kategori desa se-Jawa Timur.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam acara yang digelar di Hotel Vasa Surabaya, Selasa (29/7/2025) lalu.

Desa Tulungrejo , desa Rangge dan desa Randupandan usai menerima penghargaan

Paritrana Award merupakan penghargaan dari Pemerintah Pusat kepada pemerintah daerah, desa, serta pelaku usaha yang dinilai aktif dan berkomitmen dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Tujuannya adalah untuk mendorong cakupan perlindungan menyeluruh (universal coverage) bagi seluruh pekerja, baik formal maupun informal, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.

Kades Tulungrejo Suliono alias Ki Klungsu bersama kepala BPJS Naker Batu Supardi dan staf desa

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat desa.

“Kami hanya mengkondisikan saja, semuanya bekerja dalam mewujudkan kegiatan ini. Alhamdulillah kami dipercaya sehingga mendapat penghargaan ini. Semuanya untuk warga,” ujar Suliono yang akrab disapa Ki Klungsu, Jum'at ( 1/8/2025).

Desa Tulungrejo tercatat telah mengikutsertakan 714 orang dalam program BPJS Ketenagakerjaan dari sumber dana Alokasi Dana Desa (ADD), terdiri dari berbagai unsur seperti kepala desa, perangkat desa, RT, RW, kader kesehatan, dasawisma, linmas, PKK, guru TPQ, juru kunci, dan BPD.

Selain itu, dari sumber dana Pendapatan Asli Desa (PAD), sebanyak 700 pekerja rentan juga didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan, menunjukkan komitmen desa dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi warganya.

Keberhasilan Desa Tulungrejo tentu tidak lahir secara instan. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Suliono, atau yang akrab disapa Ki Klungsu, desa ini menggerakkan seluruh perangkatnya untuk mewujudkan sistem perlindungan sosial yang inklusif.

Prestasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi cerminan dari kerja nyata dan sinergi seluruh elemen desa dalam memastikan kesejahteraan warganya.

Atas capaian tersebut, Desa Tulungrejo berhasil mengungguli Desa Ranggeh, Kabupaten Pasuruan (juara dua) dan Desa Randu Pandan, Kabupaten Gresik (juara tiga).

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Supardi, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Desa Tulungrejo dalam mendukung program jaminan sosial.

“Pencapaian ini membuktikan bahwa pemerintah desa Tulungrejo sangat aktif dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakatnya, terutama bagi kelompok pekerja rentan,” ujarnya.

Supardi berharap, komitmen tersebut akan terus dilanjutkan dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mendorong tercapainya Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di seluruh wilayah Jawa Timur.

Prestasi ini juga membuktikan bahwa desa bukan sekadar entitas administratif, melainkan ujung tombak dalam realisasi kesejahteraan sosial.

Ketika desa bergerak, negara pun bergerak. Ketika desa melindungi warganya, maka sesungguhnya mereka sedang membangun benteng kokoh bagi masa depan bangsa.

Tulungrejo telah memberi pelajaran penting: keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi dari keberanian dan kepedulian untuk melindungi manusia sebagai subjek utama pembangunan.

Paritrana Award bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari komitmen yang harus terus dirawat dan dilanjutkan.

Dengan semangat gotong royong dan visi yang berpihak pada rakyat, Desa Tulungrejo menunjukkan bahwa desa bisa menjadi pusat keunggulan sosial. Inilah makna sejati dari pembangunan inklusif: dari desa, oleh desa, dan untuk warga desa.(Eno)

Berita terkait

Sikat Habis Mafia BBM dan Tambang Ilegal, Polda Kalbar Bongkar 42 Kasus—Kerugian Negara Tembus Miliaran!

Sikat Habis Mafia BBM dan Tambang Ilegal, Polda Kalbar Bongkar 42 Kasus—Kerugian Negara Tembus Miliaran!

Pontianak- Spektroom : Kepolisian Daerah Kalimantan Barat bergerak cepat memberantas kejahatan di sektor sumber daya alam dan energi. Dalam kurun April hingga awal Mei 2026, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar bersama jajaran Polres berhasil mengungkap 42 kasus penyalahgunaan BBM subsidi, gas LPG bersubsidi, hingga Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

Apolonius Welly, Buang Supeno
Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang

Batam-Spektroom: Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya dalam mengawasi aktivitas penambangan pasir di kawasan Nongsa, khususnya di sekitar akses menuju Bandara Internasional Hang Nadim. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa pengawasan dan teguran yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan serta memastikan tata

Rafles