Desa Tulungrejo Batu Raih Prestasi Nasional Berkat Pemanfaatan PAD untuk Warga
Batu-Spektroom : Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah berhasil meraih Juara Pertama Nasional Paritrana Award 2025 dalam ajang Penganugerahan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang digelar di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Desa Tulungrejo mewakili Provinsi Jawa Timur setelah sebelumnya keluar sebagai Juara Pertama Paritrana Award tingkat Jawa Timur tahun 2024. Pada tingkat nasional, Desa Tulungrejo berhasil mengungguli Desa Panongan Kabupaten Tangerang sebagai juara kedua dan Desa Tarumajaya Kabupaten Bandung sebagai juara ketiga.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar kepada Kepala Desa Tulungrejo, Suliono.
Paritrana Award merupakan penghargaan yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah, desa/kelurahan, dan badan usaha yang berkomitmen memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja Indonesia.
Keberhasilan Desa Tulungrejo tidak lepas dari komitmen pemerintah desa dalam memanfaatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) untuk kepentingan masyarakat, khususnya perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan dukungan pemerintah daerah.
“Alhamdulillah Desa Tulungrejo terpilih sebagai pemenang terbaik nasional tahun 2026. Terima kasih kepada masyarakat, lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, camat, dan semua pihak yang mendukung program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Suliono.
Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Tulungrejo telah mengalokasikan anggaran melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan Pendapatan Asli Desa (PAD) untuk menjamin perlindungan sosial masyarakat.
Menurutnya, sebanyak 714 orang telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan melalui ADD. Mereka terdiri dari kepala desa, perangkat desa, RT, RW, kader kesehatan, dasawisma, linmas, PKK, guru TPQ, juru kunci, hingga anggota BPD.
Selain itu, sekitar 700 pekerja rentan juga didaftarkan melalui pembiayaan dari PAD desa.
“Kalau bukan desa yang menjamin keselamatan warganya, siapa lagi. Dengan peningkatan PAD desa, masyarakat harus bisa menikmati manfaatnya,” tegas Suliono.
Ia menambahkan, warga yang terdaftar dalam program tersebut akan mendapatkan perlindungan ketika mengalami kecelakaan kerja maupun musibah meninggal dunia.
Sementara itu, dalam sambutannya, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.
“Potensi risiko ekonomi akan terus terjadi dan dapat menekan tenaga kerja kita, termasuk risiko penurunan produktivitas akibat kecelakaan kerja dan bahaya lainnya,” kata Muhaimin.
Menurutnya, pekerja merupakan aset utama yang menentukan produktivitas dan kemajuan sebuah lembaga maupun badan usaha sehingga wajib mendapatkan perlindungan yang layak.
“Jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi instrumen investasi jangka panjang. Melindungi pekerja hari ini berarti melindungi keberlanjutan usaha di masa depan,” ujarnya.
Muhaimin juga menilai perlindungan pekerja saat ini menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian investasi melalui aspek ESG (Environmental, Social, and Governance).
“Semakin baik perlindungan kepada pekerja, maka semakin baik citra lembaga atau perusahaan di mata investor,” pungkasnya.