Kuota Terbatas, Ketapang Hanya Kirim 12 Jemaah Haji Tahun 2026

Kuota Terbatas, Ketapang Hanya Kirim 12 Jemaah Haji Tahun 2026
Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir lepas 12 jemaah Haji Ketapang tahun 2026. Foto: M.Saad.

Ketapang-Spektroom : Langit pagi di halaman Pendopo Bupati Ketapang, Jumat (08/05/2026), terasa berbeda. Di tengah suasana haru yang menyelimuti keluarga dan kerabat, sebanyak 12 calon jemaah haji asal Kabupaten Ketapang resmi dilepas menuju Tanah Suci Mekkah Al-Mukarramah.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, yang hadir memberikan doa sekaligus pesan penuh makna kepada para tamu Allah tersebut. Momen itu menjadi simbol harapan dan penantian panjang yang akhirnya terjawab bagi para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Dalam sambutannya, Wabup mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas kesempatan dan kesehatan yang diberikan Allah SWT sehingga para jemaah dapat berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

“Tak henti-hentinya kita panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena berkat rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul pada pagi hari ini dalam kegiatan pelepasan calon jemaah haji Kabupaten Ketapang,” ujar Jamhuri Amir.

Namun di balik suasana khidmat tersebut, terselip kenyataan yang cukup menyita perhatian. Kuota haji Kabupaten Ketapang tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Dari ratusan calon pendaftar yang menunggu antrean, tahun ini hanya 12 orang yang mendapatkan kesempatan berangkat. Pemerintah daerah pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait terbatasnya jumlah kuota tersebut.

Menurut Wabup, pembagian kuota haji sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat yang dihitung berdasarkan jumlah penduduk di masing-masing daerah.

“Kami mohon maaf karena tahun ini jemaah kita hanya 12 orang. Pemerintah daerah belum bisa berupaya maksimal untuk meningkatkan kuota karena sudah ada pembatasan dari pusat,” katanya.

Ia menjelaskan, daerah dengan jumlah penduduk besar seperti di Pulau Jawa memang memperoleh kuota lebih banyak. Namun di sisi lain, masa tunggu keberangkatan juga jauh lebih lama, bahkan mencapai puluhan tahun.

“Kalau di Pulau Jawa antreannya bisa mencapai 40 sampai 50 tahun. Sementara di Ketapang paling lama sekitar 15 sampai 20 tahun,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia juga berharap seluruh jemaah dapat kembali ke Kabupaten Ketapang dengan selamat serta meraih predikat haji mabrur dan mabruroh.

Di tengah keterbatasan kuota dan panjangnya antrean, keberangkatan 12 jemaah ini menjadi pengingat bahwa panggilan ke Tanah Suci bukan sekadar soal waktu, tetapi juga tentang kesabaran, ikhtiar, dan takdir yang akhirnya tiba.

Berita terkait

KPK Ingatkan Titik Rawan Korupsi dalam Pengadaan Sekolah Rakyat

KPK Ingatkan Titik Rawan Korupsi dalam Pengadaan Sekolah Rakyat

Jakarta - Spektroom : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Sosial (Kemensos), memperkuat sinergi pengawasan untuk memastikan program prioritas nasional, termasuk Sekolah Rakyat, berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkualitas bagi masyarakat. Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi KPK dengan

Heriyoko
Pemko Tanjungpinang Ciptakan Harmonisasi Dengan Sekolah dan Wali Murid

Pemko Tanjungpinang Ciptakan Harmonisasi Dengan Sekolah dan Wali Murid

Tanjungpinang-Spektroom : Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menghadiri pertemuan wali siswa kelas-IX sekaligus membuka rapat koordinasi di ruang pertemuan SMP Negeri-6 Tanjungpinang, Jumat (8/5/2026). Momentum ini memperkuat sinergi antara pemerintah, sekolah dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi emas.  Ketika membuka Rapat Koordinasi, Walikota Lis Darmasyah mengharapkan

Desmawati, Julianto