Play Off Championship Rusuh, Stadion Lukas Enembe Jayapura Jadi Korban

Play Off Championship Rusuh, Stadion Lukas Enembe Jayapura Jadi Korban
Suasana di stadion Lukas Enembe Jayapura saat mulai rusuh. (foto: Tony Teniwut).

Jayapura-Spektroom : Kompetisi sepak bola Pegadaian Championship 2025-2026 yang semula diharapkan berachir dengan menorehkan catatan prestasi akan kemajuan sepak bola di tanah air, justru ditutup rusuh para pendukung Tim Persipura Jayapura yang merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit.

Partai hidup mati antara Persipura Jayapura versus Adhyaksa FC pada play off promosi ke super league yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe Jayapura Jumat (8/5/2026) sore, sejak awal sarat emosi, apalagi kubuh tuan rumah menyangsikan kinerja perangkat pertandingan, buntut dari beredarnya beragam informasi sarat tendensius di medial sosial.

Sebelum terjadinya gol pertama bagi Adhyaka FC yang tercipta di menit ke 45 oleh Adison Silva, beberapa kali pendukung tim tuan rumah melakukan aksi pelemparan botol air mineral ke dalam lapangan, sebagai bentuk rasa kesal atas kinerja wasit Asker Nadjafaliev asal Uzbekistan yang memimpin laga panas itu serta ulah pemain lawan yang terkesan mengulur ulur waktu.

Sikap emosional penonton kian menjadi setelah gol pertama berbau off side, namun sang wasit tetap dengan keputusannya mengesahkan gol tersebut, sehingga emosi penonton mencapai puncaknya ketika handsball dikotak pinalty lawan tidak dihiraukan sang pengadil pertandingan.

0:00
/0:44

Akibatnya, saat peluit panjang dibunyikan sebagai pertanda pertandingan usai, masa meluapkan amarahnya dengan memasuki lapangan dan mengejar perangkat pertandingan yang dikawal steward menuju ruang ganti.

Tak puas dengan aksi tersebut, masa lalu mengejar para pemain lawan yang diamankan aparat keamanan meninggalkan lapangan pertandingan.

Aksi brutal masa tersebut, berlanjut dengan merusak sejumlah sarana prasarana Stadion Lukas Enembe serta membakar kendaraan bermotor yang.membuat penonton lainnya berhamburan keluar Stadion Lukas Enembe, sebelum situasi dapat dikendalikan aparat keamanan.

Berita terkait

Mantan Kompolnas La Ode Husen: Penggeledahan yang Diduga Menyeret Jampidsus Harus Diuji di Meja Hukum, Bukan di Ruang Opini

Mantan Kompolnas La Ode Husen: Penggeledahan yang Diduga Menyeret Jampidsus Harus Diuji di Meja Hukum, Bukan di Ruang Opini

Makassar - Spektroom : Operasi penggeledahan besar-besaran yang dilakukan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dalam sejumlah perkara korupsi strategis menjadi perhatian publik. Selain menyasar belasan lokasi, operasi tersebut juga memunculkan sorotan setelah penggeledahan diduga berkaitan dengan lingkungan Jaksa Agung Muda Tindak

Yahya Patta, Buang Supeno
Tutup Festival GALATAMA II, Kakanwil Kemenag Malut Harap Semangat Literasi Terus Digelorakan

Tutup Festival GALATAMA II, Kakanwil Kemenag Malut Harap Semangat Literasi Terus Digelorakan

Ternate-Spektroom : Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, secara resmi menutup rangkaian Festival Gerakan Literasi Madrasah (GALATAMA) II Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 yang berlangsung di Asrama Haji Ngade, Kota Ternate, Rabu malam (8/7/2026). Kegiatan penutupan dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
ссс