Di Balik Lantunan Yasin, Terselip Harapan Menjaga Harmoni Kalimantan Barat
Pontianak-Kalbar : Suasana Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (21/06/2026), tampak berbeda dari biasanya.
Ratusan santri, santriwati, dan jamaah Majelis Taklim Nurul Jannah memenuhi ruangan dengan wajah-wajah penuh harap.
Sebagian mengenakan pakaian serba putih, sementara yang lain tampak menggenggam kitab Yasin yang menjadi saksi perjalanan mereka menuntaskan proses pembelajaran keagamaan.
Di tengah lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menggema, satu per satu peserta mengikuti prosesi Wisuda Yasin dalam rangkaian Spesial Tabligh Akbar yang berlangsung khidmat.
Momen itu bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas ketekunan para peserta yang selama berbulan-bulan belajar membaca dan memahami Al-Qur'an.
Bagi sebagian keluarga yang hadir, prosesi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.
Senyum haru tampak menghiasi wajah para orang tua saat menyaksikan anak-anak mereka berdiri di hadapan para tamu undangan.
Tidak sedikit pula jamaah lanjut usia yang ikut diwisuda, membuktikan bahwa belajar Al-Qur'an tidak mengenal batas usia.
Kegiatan itu dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan beserta sejumlah tokoh agama, ulama, perwakilan Pemerintah Kota Pontianak, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, hingga unsur kepolisian dari Polda Kalbar yang diwakili Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kalbar AKBP Prinanto.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kegiatan keagamaan seperti ini dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Kalimantan Barat selama ini dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku, budaya, dan agama yang hidup berdampingan.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan dalam satu forum keagamaan menjadi simbol kolaborasi menjaga harmoni sosial.
Tidak hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga tentang upaya membangun ruang perjumpaan yang mempererat hubungan antarwarga.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono mengatakan pihaknya mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, penguatan nilai spiritual dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sosial.
"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Barat," ujarnya.
Saat acara berakhir, para peserta tampak membawa pulang lebih dari sekadar sertifikat wisuda.
Mereka membawa kebanggaan, semangat baru, dan harapan agar nilai-nilai yang dipelajari melalui Al-Qur'an dapat terus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, lantunan Yasin yang bergema di Pendopo Gubernur hari itu seolah mengingatkan bahwa kebersamaan, ketulusan, dan iman masih menjadi perekat kuat bagi masyarakat Kalimantan Barat.