Trending

Di Balik Megahnya Ibu Kota : Sisi Sunyi Penjaga Keabadian

Di Balik Megahnya Ibu Kota : Sisi Sunyi Penjaga Keabadian
Flyer Spektroom

Oleh : Heriyoko - Jurnalis Spektroom

Jakarta - Spektroom : Kematian tidak pernah memilih waktu. Realitas kelam inilah yang dihadapi oleh para petugas Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta. Saat warga bersukacita merayakan hari jadi kota, para petugas makam tetap setia melayani kedukaan warga tanpa mengenal tanggal merah.

Salah satunya adalah Nandang, petugas TPU Malaka, Jakarta Timur. Di saat orang lain menikmati akhir pekan bersama keluarga, ia justru menatap hamparan makam. Ia harus selalu siaga melayani pemakaman kapan pun, bahkan hingga larut malam.

Tugasnya bukan sekadar menggali liang lahat, melainkan memikul beban fisik dan emosional yang berat agar prosesi pemakaman berjalan lancar dan penuh hormat.

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta mencatat rata-rata pelayanan pemakaman mencapai 100 jenazah per hari. Ironisnya, dari 80 TPU yang ada di ibu kota, 69 di antaranya sudah dinyatakan penuh.

Kini, pemakaman hanya bisa dilakukan dengan sistem tumpang—satu liang lahat ditumpuk 2 hingga 5 jenazah keluarga.

Sebaran 80 TPU di wilayah ibu kota meliputi: Jakarta Timur: 34 TPU

Jakarta Selatan: 20 TPU

Jakarta Barat: 14 TPU

Jakarta Utara: 10 TPU

Jakarta Pusat: 4 TPU

Saat ini, ketersediaan lahan baru untuk pemakaman semakin terbatas dan hanya tersisa di beberapa titik. Sebagian di antaranya berada di TPU Rawa Terate, Cipayung, Cilangkap, dan Bambu Apus di Jakarta Timur.

Berhadapan langsung dengan liang kubur dan duka keluarga setiap hari membuat para petugas ini akrab dengan hakikat kematian. Bagi mereka, ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengingat kefanaan hidup.

Mereka menjadi jembatan antara aturan tata kota yang terbatas dan rasa kemanusiaan. Dari dedikasi mereka, kita belajar tentang arti sebuah keikhlasan di tengah keterbatasan.

Saat Jakarta sedang megah-megahnya berpesta dengan modernitas, para penjaga keheningan ini mengajarkan kita satu hal penting untuk tetap merunduk, mawas diri, dan mengingat bahwa pada akhirnya, kita semua hanya butuh tanah 2,5 meter panjang dan lebar 1,5 meter dengan kedalaman liang lahat minimal 1,5 meter.(**).

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP