Di Balik Peresmian SMP Alfa Omega, Ruang Baru untuk 500 Mimpi
Landak- Spektroom - Didukung Langit Ngabang yg cerah siang itu berbeda dari biasanya yg selalu mendung hari Senin, (13/04/2026).
Halaman SMP Swasta Alfa Omega dipenuhi wajah-wajah penuh harap murid berseragam rapi, orangtua dengan tatapan bangga, serta guru yang tak henti tersenyum.
Di tengah suasana hangat itu, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, meresmikan gedung baru yang telah lama dinantikan.
Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar peresmian bangunan sekolah. Namun bagi banyak keluarga di Ngabang, gedung ini adalah jawaban atas kegelisahan lama: ke mana anak-anak mereka akan melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah dasar.
“Negeri saja belum cukup menampung,” ujar Karolin di hadapan para hadirin.
Ia menyebut, masih ada sekitar 500 lulusan SD di Kabupaten Landak yang belum tertampung di SMP negeri. Angka itu bukan sekadar statistik di baliknya ada ratusan anak dengan mimpi yang menunggu ruang untuk tumbuh.
Di sudut halaman, beberapa siswa tampak berbisik pelan sambil sesekali melirik gedung baru mereka. Bagi mereka, ini bukan hanya tempat belajar, tapi juga simbol kepercayaan bahwa ada masa depan yang sedang disiapkan.
Ketua Unit YPK KAO, Darlina, mengingat kembali perjalanan panjang berdirinya SMP Alfa Omega. Ide itu pertama kali muncul pada 2017, dari suara-suara orangtua yang berharap anak mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus jauh dari rumah.
Butuh waktu bertahun-tahun hingga akhirnya mendapat persetujuan pada akhir 2023, dan mulai menerima murid pada 2024 meski saat itu belum memiliki gedung sendiri.
“Ada kepercayaan yang tidak boleh kami sia-siakan,” katanya.
Kepercayaan itu kini berdiri nyata dalam bentuk bangunan baru. Namun bagi Karolin, tantangan pendidikan hari ini tak berhenti pada penyediaan ruang kelas.
Ia menyoroti dunia anak-anak yang kini tumbuh di tengah derasnya arus informasi digital.
“Sekolah dan keluarga harus hadir bersama,” ujarnya, menekankan pentingnya literasi digital dan pendidikan karakter.
Di luar itu, pesan sederhana namun bermakna juga disampaikan: tentang kebiasaan memilah sampah sejak dini.
Sebuah hal kecil, tapi jika ditanamkan sejak bangku sekolah, bisa menjadi perubahan besar di masa depan.
Di hari itu, SMP Alfa Omega bukan hanya menambah daftar sekolah di Landak. Ia menjadi ruang baru bagi harapan tempat di mana mimpi anak-anak menemukan jalannya, satu ruang kelas pada satu waktu