Di Bawah Rindang , Jerit Pedagang Kecil Mengawal Rupiah yang Kian Terpapar Krisis

Di Bawah Rindang , Jerit Pedagang Kecil Mengawal Rupiah yang Kian Terpapar Krisis
Ilustrasi pedagang es doger. ( Foto Pixabay )

Jakarta - Spektroom : Kabar konflik global nun jauh di sana seperti ketegangan di Timur Tengah hingga kebijakan moneter Amerika Serikat bukan lagi sekadar berita luar negeri bagi Bedul

Di dunia digital saat ini, arus informasi begitu cepat sampai ke gawai para pedagang kaki lima. Mereka sangat paham bahwa Rentetan konflik dan gejolak global tersebut berujung pada satu fakta pahit dalam keseharian :

Naiknya harga energi, biaya produksi, dan melemahnya daya beli masyarakat yang membuat omzet mereka tak pernah mencapai target.

Dari angka-angka yang mereka baca di media, dampak makroekonomi memang kian nyata. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat belasan ribu pekerja terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejak awal tahun.

Sektor industri pengolahan (manufaktur) sebagai penyumbang angka PHK terbesar secara nasional, diikuti oleh sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor jasa lainnya.

Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah kasus PHK tertinggi mencakup 21,49 persen atau 5.044 pekerja, disusul Banten 2.596 pekerja dan Jawa Timur 2.332 pekerja.

Pabrik-pabrik melakukan efisiensi besar-besaran, menciptakan gelombang pengangguran baru yang langsung memangkas daya beli di tingkat akar rumput.

Bagi Bedul, penurunan omzet jualan es doger-nya adalah indikator paling valid bahwa ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Berkurangnya tabungan dan maraknya masyarakat yang menggadaikan barang adalah bukti tak terbantahkan dari menyusutnya likuiditas rumah tangga.

Di tengah jeritan masyarakat bawah tersebut, otoritas terkait seperti Kementerian Keuangan RI mencoba menenangkan. Pemerintah menyebutkan bahwa secara fundamental kondisi ekonomi dalam negeri masih ekspansif dan terjaga. Meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) telah menembus level psikologis Rp18.000. Namun, di mata pedagang kecil seperti Bedul, teori-teori makro tersebut terasa hampa dan jauh dari realita.

Di tengah bayang-bayang krisis yang kian nyata di depan mata, mereka hanya berharap agar tragedi 1998 tak terulang. Mereka lelah menjadi penonton di negerinya sendiri, terus terimpit oleh dinamika politik dan oligarki di tengah ketidakpastian.

Berita terkait

Rano Karno Resmikan Kampung Qur'an Rusunawa Penjaringan, Siapkan Model Pembinaan Karakter Warga

Rano Karno Resmikan Kampung Qur'an Rusunawa Penjaringan, Siapkan Model Pembinaan Karakter Warga

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan Kampung Quran di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (31/7/2026). Program ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan karakter, sekaligus pemberdayaan masyarakat, serta akan dikembangkan sebagai percontohan bagi wilayah lain di Jakarta. "Kami ingin Kampung Qur&

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
Jakarta Siapkan 166 M Untuk Dukung PON 2028, Optimistis Dongkrak Ekonomi

Jakarta Siapkan 166 M Untuk Dukung PON 2028, Optimistis Dongkrak Ekonomi

Jakarta - Spektroom: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan siap menjadi daerah penyangga penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain menyiapkan puluhan arena pertandingan, Jakarta juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp166 miliar untuk meningkatkan kualitas venue

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
Pasar Murah dan UMKM Banyumas Digelar, Bupati Ajak Jaga Inflasi dan Dukung Pelaku Usaha

Pasar Murah dan UMKM Banyumas Digelar, Bupati Ajak Jaga Inflasi dan Dukung Pelaku Usaha

Banyumas – Spektroom Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Pasar Murah dan UMKM di Kelurahan Kranji, Jumat (31/7/2026), sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat pengendalian inflasi daerah. Kegiatan dibuka Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melibatkan berbagai pihak, di antaranya PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Kantor

Bian Pamungkas
ссс