Trending

Dihadiri Habib Lutfi dari Singapura, Bondowoso Santuni Seribu Anak Yatim - Dhuafa

Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pencapaian makro ekonomi semata, melainkan juga dari aspek spiritual dan kepedulian terhadap sesama.

Dihadiri Habib Lutfi dari Singapura, Bondowoso Santuni Seribu Anak Yatim - Dhuafa
Anak-anak yatim, piatu, dan dhuafa penerima santunan di Pendopo Raden Bagus Assra, Bondowoso, Sabtu, (14/03/2026). (foto diskominfo Bondowoso)

Bondowoso-Spektroom : Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag, didampingi oleh Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, S.E. menghadiri langsung acara bertajuk "Istighasah dan Doa Bersama untuk Bondowoso Berkah", di Pendopo Raden Bagus Assra, Sabtu, (14/03/2026).

Acara yang digelar Pemerintah Kabupaten Bondowoso itu dirangkai dengan penyaluran santunan kepada 1.000 anak yatim, piatu, dan dhuafa yang didatangkan dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Kehadiran jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta tokoh lintas sektoral semakin mempertegas komitmen kolektif pemerintah dalam membangun daerah yang religius dan humanis. Momentum spiritual ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya tamu undangan khusus, Habib Lutfi dari Singapura. Beliau yang merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo, hadir untuk memberikan tausiyah serta mempererat tali silaturahmi lintas negara, membawa pesan perdamaian dan keberkahan bagi Bondowoso.

Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag, menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pencapaian makro ekonomi semata, melainkan juga dari aspek spiritual dan kepedulian terhadap sesama.

“Kegiatan hari ini adalah ikhtiar batiniah kita. Mengetuk pintu langit agar Bondowoso senantiasa dilimpahi keberkahan dan dijauhkan dari segala bala. Namun, doa harus dibarengi dengan aksi nyata (shadaqah). Menyantuni 1.000 anak yatim ini adalah bentuk syukur kita atas segala nikmat yang diberikan Tuhan kepada daerah ini,” kata Bupati Abdul Hamid.

Prosesi Istighasah dan doa bersama dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, As'ad Yahya Syafi'i, S.E. Lantunan dzikir dan selawat yang bergema di pendopo menciptakan suasana haru, terutama saat anak-anak yatim dan dhuafa secara bergantian menerima santunan dan bingkisan kasih dari jajaran pimpinan daerah.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan bahwa seluruh anak yatim yang hadir mewakili tiap-tiap kecamatan, sehingga asas pemerataan manfaat dapat dirasakan hingga ke pelosok desa. Kehadiran 1.000 anak yatim ini diharapkan menjadi wasilah (perantara) turunnya rahmat bagi seluruh program pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah daerah.

Sementara itu, Habib Lutfi dalam penyampaiannya mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang mengedepankan nilai-nilai pesantren dalam tata kelola pemerintahan. Beliau menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah sebagai modal sosial untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan doa penutup, menandai dimulainya rangkaian agenda daerah yang lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan spiritualitas di tahun 2026.

Berita terkait

Sektor Komunikasi Pastikan TTMD Desa Sembung, Batang Berjalan Lancar

Sektor Komunikasi Pastikan TTMD Desa Sembung, Batang Berjalan Lancar

Batang-Spektroom: Di balik kesibukan personel Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), ada Kopda Andi yang memastikan komunikasi tetap terhubung. Aktivitas pembangunan di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, tidak hanya diisi pekerjaan fisik.  Anggota Perhubungan (Hub) Kodim 0736/Batang tersebut bertugas mempersiapkan peralatan komunikasi untuk mendukung kegiatan TMMD

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Cegah Pencemaran Air Tanah, Respati Perluas Program Smart Sanitation di Solo

Cegah Pencemaran Air Tanah, Respati Perluas Program Smart Sanitation di Solo

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta Respati Ardi berencana memperluas program Smart Sanitation untuk meningkatkan pengelolaan air limbah domestik sekaligus mengurangi risiko pencemaran air tanah. Program berbasis teknologi Aquonic ini mengolah air limbah rumah tangga agar dapat digunakan kembali untuk kebutuhan nonkonsumsi. Respati mengatakan, program tersebut menjadi salah satu solusi menghadapi

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas