Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dorong Masyarakat Patuhi Kawasan Tanpa Rokok

Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dorong Masyarakat Patuhi Kawasan Tanpa Rokok
Kadis Kesehatan NTB tengah memberikan penjelasan dalam Rakor strategis Tentang aksi pengendalian rokok bagi Kesehatan. (foto Diskominpotik ntb)

Mataram-Spektroom : Kawasan Tanpa Rokok sesuai Peraturan Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 3 Tahun 2014 belum sepenuhnya dipatuhi masyarakat baik oleh pengelola maupun perokok.

Tujuh Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang ditetapkan pemerintah berdasarkan pedoman Kemenkes dan Perda di berbagai daerah adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar (sekolah), tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum.

"Ini salah satu dari upaya pengendalian kesehatan masyarakat dalam perilaku merokok. Inisiatif baru, kita integrasikan dengan Desa Berdaya menciptakan percontohan rumah atau kampung bebas asap rokok", ujar Kepala Dinas Kesehatan, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM, MARS dalam forum Rapat Koordinasi Strategis Tindak Lanjut Aksi Penguatan Program Pengendalian Rokok untuk Kesehatan di Provinsi NTB (Mataram, 31/03/2026).

Rekomendasi lain sebagai kegiatan teknis dalam upaya pengendalian tersebut adalah unit bantuan berhenti merokok di Puskesmas dengan screening riwayat kesehatan pasien, pengaturan iklan rokok luar ruang, pemasangan tanda KTR lengkap dengan aturannya dan sidak reguler oleh Satgas KTR dengan melibatkan pengelola.

Sementara itu, Putu Ayu Swandewi Astuti dari Udayana Central, Universitas Udayana, Bali mengatakan, dari sepuluh kabupaten/ kota di NTB masih ada tiga yang belum memiliki peraturan daerah turunan dari peraturan Kemenkes.

"Dan kalau diperlukan juga perubahan perubahan dalam perda menyesuaikan dengan keadaan sekarang atau membuat aturan aturan nonformal di masyarakat untuk mengubah perilaku", sebutnya.

Dirinya juga menghimbau agar penegakan Perda dilaksanakan dengan sungguh sungguh dan edukasi bahaya rokok yang lebih masif.

Dalam paparannya, Lina Nurbaiti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, menjelaskan, NTB menghadapi tantangan serius dengan angka perokok remaja usia 10-18 tahun mencapai 12,4% dari populasi remaja, menjadikannya salah satu yang tertinggi di Indonesia. Data BPS 2023 menunjukkan prevalensi perokok usia 15-24 tahun di NTB mencapai 24,24%, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Bima.

Namun demikian, sebagai daerah penghasil tembakau virginia terbesar nasional, meski dilematis, biaya kesehatan masyarakat tak sebanduming dengan pendapatan dari cukai tembakau. Begitupula dengan faktor ekonomi yang menempatkan rokok di urutan kedua setelah beras dalam pengeluaran keluarga.

"Kita harus cemas karena perokok muda terus bertambah apalagi dengan varian merokok seperti vape yang menjadi gaya hidup anak muda", jelasnya.

Berita terkait

Manik : Kasus Bigmo Harus Jadi Momentum Penegakan Larangan Promosi Rokok dan Vape di Media Sosial

Manik : Kasus Bigmo Harus Jadi Momentum Penegakan Larangan Promosi Rokok dan Vape di Media Sosial

Jakarta - Spektroom: Langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memberikan teguran kepada YouTube, menyusul viralnya kasus influencer Muhammad Jannah alias Bigmo yang melibatkan anak dalam siaran langsung untuk mempromosikan produk rokok elektronik, menjadi sinyal positif bahwa Negara berkomitmen menjalankan mandat perlindungan anak di ruang digital. Indonesian Youth Council for

Anggoro AP
Pemerintah Kota Sawahlunto Tertibkan Kabel Utilitas, Wujudkan Kota Warisan Dunia yang Lebih Estetik dan Aman

Pemerintah Kota Sawahlunto Tertibkan Kabel Utilitas, Wujudkan Kota Warisan Dunia yang Lebih Estetik dan Aman

Sawahlunto–Sektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto kembali melanjutkan penertiban kabel utilitas di Kecamatan Barangin, Selasa (4/8/2026), sebagai bagian dari tahap kedua program penataan infrastruktur perkotaan. Langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan kawasan kota yang lebih tertata, aman, nyaman, serta memiliki nilai estetika yang mendukung citra Sawahlunto sebagai kota wisata dan

Riswan Idris, Buang Supeno
500 Paket Sembako Disalurkan, Wagub Kepri Tegaskan Komitmen Pemerintah Ringankan Beban Warga

500 Paket Sembako Disalurkan, Wagub Kepri Tegaskan Komitmen Pemerintah Ringankan Beban Warga

Tanjungpinang- Spektroom : Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyerahkan sebanyak 500 paket sembako kepada masyarakat di Kantor Camat Tanjungpinang Timur, Selasa (4/8/2026). Bantuan kesejahteraan sosial tersebut diberikan sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah berbagai

Desmawati, Buang Supeno
Pemrov Kepri terus memperkuat penerapan SPBE pemanfaatan TTE tersertifikasi.

Pemrov Kepri terus memperkuat penerapan SPBE pemanfaatan TTE tersertifikasi.

Tanjungpinang- Spektroom : Penerapan Sistim Pemerintah Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) ditandai dengan penyerahan Rekomendasi Integrasi TTE pada Aplikasi SIGAJIAN oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau(Kepri) kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kepri. Rekomendasi tersebut diserahkan oleh Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kepri Dwi Anggraeni kepada Kepala Bidang

Desmawati, Buang Supeno
ссс