Dini Hari Bergemuruh di Dofa Saat Spanyol Melaju ke Final

Dini Hari Bergemuruh di Dofa Saat Spanyol Melaju ke Final
Walau kesebelasannya kalah Pendukung Perancis tetap semangat (Foto : Samin Hamudu).

SULA – Dini hari belum benar-benar usai ketika sorak-sorai memecah kesunyian Desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Selasa (15/7/2026).

Mata warga tak lagi tertuju pada jalanan yang lengang, melainkan pada layar lebar yang menayangkan semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis.
Meski berada jauh dari hiruk-pikuk kota besar, semangat Piala Dunia terasa begitu hidup.

Di berbagai sudut Maluku Utara, euforia sepak bola hadir melalui layar-layar nonton bareng. Kaus tim nasional dikenakan dengan bangga, sementara bendera-bendera kecil hingga besar berkibar di depan rumah sebagai tanda dukungan kepada tim favorit.

Di Dofa, suasananya mungkin tak semeriah Kampung Piala Dunia Benteng Oranje di Ternate. Namun, semangat para pecinta sepak bola tak kalah membara.

Sejak peluit awal dibunyikan, penonton memenuhi area nonton bareng. Tepuk tangan, sorakan, hingga kibaran bendera mengiringi setiap sentuhan bola di lapangan.
Ketegangan memuncak pada menit ke-21 ketika Spanyol mendapatkan hadiah penalti.

Nonton Bareng Piala dunia merebah hingga Desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, . (Foto :Samin Hamudu.)

Dalam hitungan detik, tendangan keras sang eksekutor bersarang di gawang Prancis. Gol itu langsung disambut pekikan kegembiraan. Sebagian penonton saling berpelukan, sementara yang lain melompat kegirangan karena tim kesayangannya unggul 1-0.

Pertandingan terus berlangsung sengit. Prancis berusaha bangkit dengan mengubah pola permainan dan melancarkan serangan bertubi-tubi. Namun, pertahanan Spanyol tampil disiplin dan mampu mematahkan setiap peluang lawan.

Sorak-sorai kembali menggema pada menit ke-57. Spanyol sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Meski wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit, harapan Prancis untuk mengejar ketertinggalan tak pernah terwujud.

Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan Spanyol sekaligus mengantar La Roja melangkah ke partai final Piala Dunia 2026.

Di tengah riuh perayaan, Sardi, salah seorang pendukung Spanyol, tak mampu menyembunyikan optimisme. Baginya, perjalanan Spanyol sejak fase grup menjadi bukti kualitas tim tersebut.

"Saya prediksi final nanti Spanyol menang 2-0. Mereka selalu bermain cantik, umpannya akurat, tendangannya keras, dan pertahanannya sangat sulit ditembus lawan," ujarnya penuh keyakinan.

Bagi warga Dofa, kemenangan Spanyol bukan sekadar hasil pertandingan. Dini hari itu menjadi ruang kebersamaan, tempat warga berbagi kegembiraan, harapan, dan kecintaan terhadap sepak bola. Jarak ribuan kilometer dari stadion di Amerika Serikat seolah lenyap, digantikan oleh satu perasaan yang sama: menikmati keajaiban Piala Dunia bersama.

Berita terkait

Walikota Respati Dorong Pendidikan Tertib Lalu Lintas, Life Skill dan Kemanusiaan Masuk Sekolah

Walikota Respati Dorong Pendidikan Tertib Lalu Lintas, Life Skill dan Kemanusiaan Masuk Sekolah

Surakarta – Spektroom: Pendidikan anak tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Kemampuan tertib di jalan, mengurus kebutuhan diri sendiri hingga peduli kepada orang lain juga perlu ditanamkan sejak bangku sekolah. Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Surakarta yang mendorong materi pendidikan tertib berlalu lintas, life skill atau kecakapan hidup, serta pendidikan

Ciptati Handayani, Anggoro AP