Dirjen KPM Komdigi Lepas Fun Walk Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Tegaskan Pers Jadi Benteng Lawan Hoaks

Dirjen KPM Komdigi Lepas Fun Walk Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026, Tegaskan Pers Jadi Benteng Lawan Hoaks
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya melapas peserta gerak jalan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 (Foto: Anhar)

audio-thumbnail
Dirjen KPM Komdigi Lepas Fun Walk
0:00
/247.013875

Jakarta-Spektroom : Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Fifi Aleyda Yahya, secara simbolis melepas peserta Dewan Pers Fun Walk dalam rangka memperingati WPFD (World Press Freedom Day/Hari Kebebasan Pers Sedunia) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Kegiatan jalan santai sejauh 2 kilometer itu menjadi momentum mempererat hubungan antara insan pers, pemerintah, dan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen menjaga kebebasan pers, kualitas informasi, serta keberlanjutan industri media di tengah tantangan era digital.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak pagi hari. Acara yang terbuka untuk umum tersebut juga diramaikan dengan pembagian kaos, snack box, hingga doorprize bagi peserta.

Dalam sambutannya, Dirjen KPM Komdigi Fifi Aleyda Yahya menegaskan bahwa pemerintah memandang insan pers sebagai garda terdepan dalam melawan hoaks dan disinformasi.

“Kami di Kementerian Komdigi memandang rekan-rekan pers sebagai benteng pertahanan melawan hoaks dan disinformasi. Para jurnalis memegang peran kunci untuk menjaga kebenaran di tengah arus informasi yang semakin cepat dan belum tentu terverifikasi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa di era digital, kecepatan informasi tidak boleh mengalahkan akurasi dan kualitas jurnalistik.

“Pemerintah bersama insan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kualitas informasi yang beredar di ruang publik. Produk jurnalistik harus berorientasi kepada kepentingan publik dan memberikan manfaat bagi masyarakat di tengah tekanan kecepatan produksi informasi,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Fifi juga memperkenalkan jajaran Direktorat Jenderal KPM yang hadir mendampingi kegiatan, di antaranya Direktur Ekosistem Media Digital Farida Dewi serta Direktur Komunikasi Publik Nunik Purwati.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan pers dan perlindungan masyarakat dari informasi yang tidak bertanggung jawab.

Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat (Foto : Anhar)

Menurutnya, media baru atau new media merupakan realitas yang tidak bisa dihindari dan menjadi bagian dari pengayaan informasi. Namun, pers arus utama tetap memiliki posisi strategis sebagai sumber informasi utama yang dipercaya masyarakat.

“Profesionalisme, objektivisme, dan etik itu tiga prinsip yang harus dipegang oleh pers. Satu sisi kita menjaga dan membela kemerdekaan pers, tapi di sisi lain kemerdekaan pers juga harus memperhatikan perlindungan masyarakat agar tidak menjadi korban kebebasan yang tidak terkendali,” tegasnya.

Ia juga menyebut momentum Hari Kebebasan Pers Sedunia menjadi ajang memperkuat solidaritas seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap perkembangan pers sehat di Indonesia.

“Kekompakan dan kebersamaan ini penting untuk menjaga kehidupan pers yang sehat di Indonesia,” katanya.

Jalan santai tersebut juga dihadiri berbagai organisasi konstituen Dewan Pers seperti Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Sejumlah pimpinan media nasional dan daerah turut hadir, termasuk Pimpinan Umum PT Spektroom Media Indonesia, Anhar Achmad.

Pimpinan Umum PT Spektroom Media Indonesia, Anhar Achmad, (paling kanan). (foto: Anhar)

Kegiatan WPFD 2026 ini turut dihadiri berbagai unsur organisasi pers, kementerian, lembaga negara, serta komunitas media yang bersama-sama menyuarakan pentingnya kebebasan pers yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.

Dengan dukungan pemerintah serta partisipasi masyarakat, peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 di Jakarta menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat demokrasi melalui pers yang independen, akurat, dan beretika.

Berita terkait

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

GKR Bendara: Indonesia Harus Mandiri dan Berakar pada Budaya untuk Menangkan Industri Wellness Global

Yogyakarta,-Spektroom – Industri pariwisata kesehatan (wellness tourism) Indonesia dinilai berada di persimpangan penting, antara sekadar mengikuti tren global atau membangun identitas khas yang berakar pada budaya Nusantara. Isu tersebut menjadi sorotan dalam sharing session bertajuk “Pengembangan Cultural Wellness Tourism sebagai Produk Wisata Unggulan DIY” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Pariwisata STP

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Muspimran I Aisyiyah Padang Bulan, PC A Tanjung Sari: Forum Strategis Mengevaluasi Program dan Merumuskan Kebijakan Organisasi

Muspimran I Aisyiyah Padang Bulan, PC A Tanjung Sari: Forum Strategis Mengevaluasi Program dan Merumuskan Kebijakan Organisasi

Medan - Spektroom : Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) Tanjung Sari resmi membuka Musyawarah Pimpinan (Muspimran) I 'Aisyiyah Padang Bulan periode 2022-2027, Sabtu (9/5/2026) mengusung tema _“Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Menuju 'Aisyiyah Padang Bulan Berkeadilan'. Pembukaan dilakukan Ketua PCA Tanjung Sari Salmawati ditandai dengan pembacaan basmalah. Turut

Hartati Rangkuti