Disdik Depok Minta Maaf, Janji Akhiri Polemik Siswa Belajar di Lantai di SMPN 3

Disdik Depok Minta Maaf, Janji Akhiri Polemik Siswa Belajar di Lantai di SMPN 3
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wahid Suryono (foto: Kominfo Depok)

Depok-Spekstroom: Polemik ratusan siswa SMPN 3 Kota Depok yang terpaksa belajar di lantai selama hampir satu semester akhirnya mendapat respons dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok. Kepala Disdik Kota Depok, Wahid Suryono, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para siswa dan orang tua yang terdampak.

"Kepada anak-anakku yang sempat belajar di lantai selama hampir satu semester, saya atas nama Dinas Pendidikan Kota Depok minta maaf. Semoga keluhan kalian dibayar dengan kesuksesan di masa depan," ujar Wahid kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).

Permintaan maaf tersebut muncul setelah persoalan minimnya meja dan kursi di gedung baru SMPN 3 Depok menuai kritik luas dari masyarakat dan kalangan pers.

Kondisi itu dinilai sebagai ironi bagi Kota Depok yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan.
Wahid memastikan persoalan ketiadaan mebeler di belasan ruang kelas SMPN 3 akan tuntas sebelum dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.

Menurutnya, keterlambatan pengadaan bukan karena diabaikan, melainkan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi.

"Insya Allah tahun ajaran baru ini sudah terisi meja dan kursinya. Kami hanya mencoba memastikan kerja sesuai dengan aturan, termasuk aturan hukum dan tidak grasak-grusuk serta dilakukan secara terstruktur melalui mekanisme mini kompetisi," katanya.

Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik.

Sebelumnya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok mendesak Pemerintah Kota Depok dan Disdik segera menyelesaikan persoalan yang dinilai telah mengorbankan hak dasar ratusan siswa untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menyebut kondisi siswa belajar tanpa meja dan kursi merupakan sebuah anomali.

Menurutnya, di tengah predikat Depok sebagai kota pendidikan, masih ada siswa yang harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas yang tidak memadai.

"Hal itu terlihat dari banyak orang tua murid di Kota Depok yang kesulitan menyekolahkan anaknya. Padahal pendidikan adalah hak asasi yang dijamin konstitusi dan negara wajib memastikan setiap warga memperoleh pendidikan yang layak," tegas Rusdy.

PWI Kota Depok bersama Depok Media Center (DMC) bahkan melayangkan ultimatum kepada Pemerintah Kota Depok.

Jika hingga tahun ajaran baru pengadaan meja dan kursi belum juga direalisasikan, kedua organisasi tersebut menyatakan siap turun tangan memban tu pengadaan fasilitas yang dibutuhkan siswa.

"Masak sih Pemkot Depok tidak punya anggaran untuk sekadar membeli meja dan kursi. Ini pasti ada kesalahan perencanaan. Ini kali terakhir dan jangan sampai terulang lagi, karena persoalan ini sudah menampar wajah dunia pendidikan di Kota Depok," pungkasnya.

Kasus SMPN 3 Depok menjadi sorotan publik dan diharapkan menjadi evaluasi serius bagi Pemerintah Kota Depok, khususnya dalam perencanaan pembangunan sarana pendidikan, agar hak belajar siswa tidak lagi dikorbankan oleh persoalan administratif maupun pengadaan barang.(wis).

Berita terkait

413 Pramuka Maluku Utara Berangkat ke Jamnas XII, Pulau Taliabu Mundur Dua Hari Jelang Keberangkatan

413 Pramuka Maluku Utara Berangkat ke Jamnas XII, Pulau Taliabu Mundur Dua Hari Jelang Keberangkatan

Ternate-Spektroom : Sebanyak 413 anggota Pramuka Penggalang asal Maluku Utara resmi diberangkatkan untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Namun, di tengah persiapan akhir, Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pulau Taliabu memutuskan mundur hanya dua hari sebelum keberangkatan. Kontingen dilepas Wakil

Nanang Adrany, Buang Supeno
Retakan Tanah Saat Kemarau Picu Kewaspadaan, Warga Silegok Gandeng Mahasiswa UNDIP Perkuat Mitigasi Longsor

Retakan Tanah Saat Kemarau Picu Kewaspadaan, Warga Silegok Gandeng Mahasiswa UNDIP Perkuat Mitigasi Longsor

Batang-Spektroom: Kekhawatiran warga Dukuh Silegok, Desa Sodong, terhadap retakan tanah yang muncul saat musim kemarau mendorong penguatan upaya mitigasi bencana menjelang datangnya musim hujan. Bersama mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro (UNDIP), warga menggelar diskusi kebencanaan sekaligus menyusun langkah strategis menghadapi ancaman longsor, Senin (3/8/2026). Diskusi tersebut

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Job Fair Depok 2026 Buka Peluang Setara, Lowongan Khusus Disabilitas Disiapkan

Job Fair Depok 2026 Buka Peluang Setara, Lowongan Khusus Disabilitas Disiapkan

Depok- Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menegaskan komitmennya mendorong kesetaraan akses kerja melalui penyelenggaraan Job Fair Kota Depok 2026 yang berlangsung pada 4-5 Agustus 2026. Selain mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri, kegiatan ini juga menghadirkan kesempatan khusus bagi penyandang disabilitas. Wakil Wali Kota Depok, Candra Rahmansyah, mengatakan

Asmari, Buang Supeno
ссс