Diskon Tiket Pesawat Pada Masa Angkutan Lebaran Dilakukan Melalui Dukungan Paket Kebijakan Stimulus Ekonomi
Spektroom - Tim Pengendalian Inivlasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Ekubang Bani Ispriyanto, bersama Anggota Forkopimda serta beberapa kepala OPD terkait, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, secara Virtual Meeting dari ruang Command Centre (Pusat Kendali Data) Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (19/1/2026).

Sementara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkai dengan Pembahasan Antisipasi Kenaikan Harga Tiket Pesawat Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah, serta Evaluasi Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah, berlangsung secara luring di Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat, dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir.
Secara historis di lima tahun terakhir, setiap tahunnya Ramadhan dimulai dengan periode yang berbeda, ada yang diawal bulan, pertengahan bulan, bahkan ada yang menjelang akhir bulan, sehingga nilai inflasinya juga bervariasi.

Menurut Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, jika dimulai sejak awal bulan, biasanya inflasinya akan mengumpul dalam satu bulan penuh.
Sementara di pertengahan bulan atau menjelang akhir bulan, biasanya inflasinya akan terbagi di beberapa bulan berikutnya.
"Setiap awal Ramadhan selalu terjadi inflasi, dan tingkat inflasinya itu lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Seperti di bulan Ramadhan 2025, ini inflasinya di bulan Maret ini cukup tinggi, yaitu 1,65 %. Karena memang bulan Ramadhan nya dimulai sejak awal bulan, yaitu 1 Maret 2025."terang dia.
Awal Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Secara umum komoditas yang memberikan andil inflasi pada momen awal Ramadan itu adalah daging ayam ras, telur ayam ras, beras, minyak goreng, dan cabai rawit.
"Komoditas ini mungkin dapat kita antisipasi karena kita sudah mulai memasuki Ramadan pada bulan depan,” ujar Pudji dalam paparannya.
Diforum yang sama Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Agustinus Budi Hartono mengungkapkan potongan harga tiket pesawat udara pada periode Peak Season (Kondisi puncak) melalui dukungan paket kebijakan stimulus ekonomi.
Sedangkan komponen yang mempengaruhi harga tarif tiket domestik kelas ekonomi adalah Fuel Surcharge Jet ( Biaya Tambahan Bahan Bakar) pesawat jet, yang normalnya 10% menjadi 2%.

"Disamping itu untuk pesawat tipe propeller yang sebelumnya 25% turun menjadi 20%., Jadi memang Biaya Tambahan Bahan Bakar ini menjadi salah satu komponen yang ada di tiket pesawat yang dibayarkan juga oleh penumpang" ujarnya.
Selain itu juga untuk pelayanan jasa penumpang pesawat udara yang juga ada di komponen tiket pesawat udara itu juga diturunkan 50%. Serta pelayanan jasa pendaratan, penempatan, dan penyimpanan pesawat udara itu juga diberikan diskon sebesar 50%. "Pertamina juga memberikan diskon untuk mendukung program ini, dengan memberikan diskon 7,5% sampai 10%". terang Budi Hartono.(@Ng)