Diskopumdag Jember Gelar Pembinaan UMKM Potensi Ekspor, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
Spektroom – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) terus memacu peningkatan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Pembinaan UMKM Potensi Ekspor” yang digelar di Aula Diskopumdag Jember, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 13 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terpilih dari berbagai sektor usaha di Kabupaten Jember. Pembinaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk sekaligus mempersiapkan UMKM lokal untuk menembus pasar global.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Diskopumdag Kabupaten Jember, Wiwik Supartiwi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya standarisasi produk sebagai syarat utama memasuki perdagangan internasional.
“UMKM Jember memiliki kreativitas yang luar biasa. Namun, diperlukan pendampingan yang intensif agar produk-produk tersebut mampu memenuhi regulasi dan standar perdagangan internasional yang cukup ketat,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga membawa contoh produk unggulan beserta kelengkapan administrasi usaha. Dokumen seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikasi BPOM dan halal menjadi syarat penting dalam proses kurasi. Kelengkapan administrasi tersebut menjadi indikator keseriusan pelaku UMKM dalam membangun kepercayaan konsumen luar negeri.
Sesi utama berupa kurasi produk dipandu langsung oleh Muhammad Asyhari Bungah, kurator berpengalaman di bidang pengembangan produk ekspor. Ia mengulas satu per satu produk peserta, mulai dari kualitas bahan baku, ketahanan produk, hingga desain dan estetika kemasan.
Dalam kesempatan tersebut, Asyhari juga membagikan berbagai strategi agar produk UMKM layak ekspor, termasuk pentingnya storytelling pada kemasan serta penyesuaian standar kualitas sesuai dengan negara tujuan.
Wiwik Supartiwi berharap, melalui pembinaan ini, pelaku UMKM Jember semakin percaya diri dan siap melakukan ekspansi pasar ke luar negeri. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendampingi proses pengembangan hingga produk asli Jember benar-benar mampu menembus pasar mancanegara.
Menjawab pertanyaan spektroom.co.id terkait kurasi produk, Wiwik menjelaskan bahwa kurasi merupakan proses penyeleksian, penilaian, pengawasan, dan pengelolaan produk berdasarkan standar kualitas tertentu.
“Kurasi dilakukan untuk memastikan aspek keamanan, kemasan, legalitas, serta kapasitas produksi agar produk memiliki kelayakan jual dan daya saing pasar,” pungkasnya. (Budi S)