Dispendik Jember Gelar Pelatihan Ecoprint Untuk Menekan Angka Anak Tidak Sekolah

Dispendik Jember Gelar Pelatihan Ecoprint Untuk Menekan Angka Anak Tidak Sekolah
Foto bersama peserta dan panitia Pelatihan Ecoprint di pendopo kecamatan Sumbersari Jember (Foto Diskominfo Jember)

Jember-Spektroom : Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember terus berupaya keras menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang jumlahnya masih tergolong fantastis. Berdasarkan data grafis terbaru, saat ini tercatat ada sekitar 34 ribu anak tidak sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Sebagai langkah konkret penuntasan dan pemberdayaan, Dispendik meluncurkan program Pelatihan Ecoprint yang menyasar wilayah-wilayah dengan kantong ATS tertinggi.

Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa berdasarkan grafik pemetaan, terdapat tiga kecamatan yang menyumbang angka ATS tertinggi di Jember. Tiga wilayah tersebut adalah Kecamatan Sumberbaru, Bangsalsari, dan Sumbersari. Ketiga kecamatan ini nantinya akan diproyeksikan menjadi pusat pelaksanaan pelatihan pemberdayaan.

"Hari ini kami dari Dinas Pendidikan melaksanakan kegiatan pelatihan 𝘦𝘀𝘰𝘱𝘳π˜ͺ𝘯𝘡. Pelatihan ini menyasar anak-anak ATS yang insyaallah kami laksanakan di tiga kecamatan dengan penyumbang ATS tertinggi, yaitu Sumbersari, Bangsalsari, dan Sumberbaru," jelas Nurul Hafid saat ditemui di sela-sela pembukaan acara, pada Rabu (10/06/2026).

Menurut Nurul Hafid Yasin, untuk tahap awal program ini, Pendopo Kecamatan Sumbersari dipilih menjadi lokasi perdana. Sebanyak 38 anak ATS dari total 50 undangan di wilayah Sumbersari tampak antusias mengikuti pelatihan seni mencetak dengan bahan alam tersebut. Melalui 𝘦𝘀𝘰𝘱𝘳π˜ͺ𝘯𝘡, anak-anak diajarkan memanfaatkan daun dan bunga untuk menciptakan motif kain yang bernilai ekonomis tinggi.

Hafid menegaskan, pelatihan keterampilan ini tidak hanya bertujuan memberikan keahlian praktis, tetapi juga menjadi jembatan agar mereka mau kembali ke bangku sekolah melalui jalur informal.

"Ini dalam rangka penuntasan dan pemberdayaan anak-anak ATS, sehingga mereka nantinya memiliki keterampilan untuk masa depannya. Namun, kami juga sampaikan agar mereka tetap menyelesaikan jenjang pendidikannya. Yang putus SMP bisa melanjutkan ke Kejar Paket B, dan yang putus SMA bisa tuntas di Paket C," ungkapnya.

Langkah taktis Dispendik ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak kecamatan. Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, menyatakan kesiapannya untuk mengawal validasi data sekaligus memotivasi warganya yang putus sekolah. Menurutnya, sinergi antara keterampilan dan ijazah formal adalah modal utama bagi anak-anak untuk mandiri.

"Kami menyambut baik program dari Dispendik ini. Ke depan, pihak kecamatan bersama desa dan kelurahan akan terus menyisir dan memfasilitasi anak-anak kita yang putus sekolah agar bisa masuk ke program Kejar Paket. Pelatihan 𝘦𝘀𝘰𝘱𝘳π˜ͺ𝘯𝘡 ini memberikan harapan baru agar mereka memiliki daya saing dan keterampilan ekonomi kreatif," tegas Deni Hadiatullah.

Deni berharap, agar pelatihan ini bisa menjadi modal dasar bagi anak-anak tidak sekolah (ATS) untuk lebih mandiri dan percaya diri menghadapi persaingan global. (budi s)

Berita terkait

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas
ссс