Ditawan Industri Rokok: "Negara Lain Sudah Sprint, Kemenkes Masih Stretching"

Ditawan Industri Rokok: "Negara Lain Sudah Sprint, Kemenkes Masih Stretching"

SPEKTROOM - Ketua Pusat Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana,  Dr. Putu Ayu  Swandewi Astuti MPH PhD, yang juga Ketua Udayana Central, mengatakan banyak negara telah menerapkan standar kemasan rokok yang tidak boleh mencantumkan Trade Mark, logo dan berbagai dekorasi warna-warni, hanya ada brand dan brand varians saja.


Putu Ayu  Swandewi Astuti, pada Konferensi pers “Ditawan Industri Rokok: Negara Lain Sudah Sprint, Kemenkes Masih Stretching” hasil pembelajaran dari World Conference on Tobacco Control 2025, Kamis (17/07/2025) juga mengatakan bahkan industri rokok tetap melakukan manipulasi,  dan tetap mencari celah sehingga negara-negara juga sudah melakukan pengaturan yang lebih ketat.

"kita ingin agar Indonesia bisa menjadi bagian dari negara yang sudah mengadopsi kemasan dan masyarakat dari bahaya produk tembakau." ujarnya.

Kemasan rokok terstandar, secara ilmiah sudah dibuktikan mampu menurunkan daya tarik produk,  sehingga bisa mempengaruhi penurunan smoking update.

 "Artinya orang yang mulai merokok itu berkurang kemudian meningkatkan efektivitas peringatan kesehatan sehingga pesan yang ingin disampaikan terkait biaya produk tembakau itu menjadi lebih jelas,  lebih mudah dipahami karena tidak tertutup oleh promosi dari industri tadi." terang Putu Ayu lagi.

Disamping itu yang tidak kalah penting adalah mengurangi potensi adanya persepsi yang tidak tepat,  terkait bahaya merokok,  warna dan taste yang  lebih aman. 

Karena kemasan itu tidak lagi menjadi bahan promosi,  sehingga itu juga mengurangi paparan orang yang melihat kemasan itu ketika dibawa oleh perokok ke mana-mana.

audio-thumbnail
Ayu INSERT
0:00
/70.316625

"Jadi  ini, ini adalah beberapa dampak yang arahnya akan bisa membantu perilaku penggunaan perokok formula dan juga mendorong orang berhenti sehingga bisa mengurangi prevalensi merokok." tutup Putu Ayu.

Diforum yang sama Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menjelaskan secara global bahwa intervensi daripada industri tembakau itu adalah untuk bagaimana tobaco control (pemgendali tembakau) ini benar benar mampu menurunkan prevalensi merokok, terutama perokok remaja dan usia muda.

"Tim Pengendalian Tembakau bekerja untuk membantu mengurangi beban penyakit, kematian, dan dampak ekonomi akibat penggunaan tembakau dan paparan asap rokok." Ujar Siti Nadia Tarmizi.

Menurut dia, tembakau merupakan penyebab kematian yang paling dapat dicegah di dunia saat ini. 

Seiring dengan meningkatnya penggunaan tembakau di berbagai belahan dunia, semakin penting bagi pemerintah untuk bekerja sama dengan masyarakat sipil dalam melaksanakan mandat Konvensi Kerangka Kerja WHO tentang Pengendalian Tembakau.

"Hal itu dimaksudkan untuk melindungi warga negaranya dari bahaya tembakau dan mengedukasi mereka tentang bahaya yang terkait dengan penggunaannya." Katanya lagi.

Konferensi pers “Ditawan Industri Rokok: Negara Lain Sudah Sprint, Kemenkes Masih Stretching” yang digelar Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC), secara daring ini juga menampilkan narasumber, Direktur Yayasan KAKAK, Shoim Sahriyati dan Ketua IYCTC Manik Marganamahendra.(@Ng).

Berita terkait

Bidik Ekosistem Kejahatan Digital, Pemerintah Berantas Judol Sampai Keakarnya

Bidik Ekosistem Kejahatan Digital, Pemerintah Berantas Judol Sampai Keakarnya

Jakarta-Spektroom : Pemerintah mengubah strategi pemberantasan judi online dengan tidak lagi berfokus pada pemblokiran situs semata, tetapi membidik seluruh ekosistem kejahatan digital yang menopang operasinya. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemberantasan judi online kini memasuki pendekatan baru yang menyasar seluruh ekosistem kejahatan, mulai dari situs, aliran dana, hingga jaringan

Diah Utami, Rafles
Tiga Hari Jelang Groundbreaking Blok Masela, Pangdam Pattimura Perintahkan Percepatan Helipad Lermatang

Tiga Hari Jelang Groundbreaking Blok Masela, Pangdam Pattimura Perintahkan Percepatan Helipad Lermatang

Ambon-Spektroom:Menjelang pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Blok Masela yang diperkirakan tinggal tiga hari lagi, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han. memerintahkan percepatan pembangunan landasan helikopter (helipad) di Desa Lermatang, Selasa (14/7/2026). Percepatan pembangunan dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut kunjungan

Eva Moenandar, Buang Supeno
Puluhan Karya Literasi Kalteng Diurus Hak Cipta, Perkuat Perlindungan Warisan Intelektual

Puluhan Karya Literasi Kalteng Diurus Hak Cipta, Perkuat Perlindungan Warisan Intelektual

Palangka Raya-Spektroom: Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah mulai mengurus pencatatan hak cipta puluhan karya literasi daerah sebagai upaya memberikan perlindungan hukum terhadap hasil kreativitas sekaligus menjaga warisan budaya. Langkah tersebut dilakukan melalui konsultasi dan koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah, Selasa (14/7/2026). Karya yang diajukan untuk

Polin, Buang Supeno
Andi Tatang Supriyadi — Membangun Kepastian Hukum di Tengah Kompleksitas Bisnis Properti Indonesia

Andi Tatang Supriyadi — Membangun Kepastian Hukum di Tengah Kompleksitas Bisnis Properti Indonesia

Depok- Spektroom: Di balik pertumbuhan pesat industri properti nasional yang terus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi, tersimpan persoalan mendasar yang kerap luput dari perhatian, yakni lemahnya pemahaman terhadap aspek hukum kontrak. Tidak sedikit transaksi jual beli rumah, apartemen, ruko, maupun kawasan komersial berujung sengketa karena perjanjian yang disusun tanpa

Wismo Basuki, Buang Supeno
ссс