Ditengah Polemik SK, Atlet Muaythai Bukittinggi Konsisiten Latihan
Spektroom - Polemik pembekuan Surat Keputusan (SK) kepengurusan cabang olahraga Muaythai Kota Bukittinggi belum mereda.
Ditengah situasi tersebut, para atlet justru menunjukkan sikap dewasa dengan tetap menjaga konsistensi latihan dan semangat berprestasi.
Hal itu terlihat dari latihan bersama empat klub Muaythai Kota Bukittinggi yang berlangsung di GOR Sport Hall Atas Ngarai, Jalan A. Rifai Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Minggu (18/1/2026).
Latihan bersama lintas klub ini menjadi gambaran bahwa dinamika organisasi tidak serta-merta mematahkan proses pembinaan atlet. Para atlet memilih tetap fokus pada peningkatan kemampuan fisik, teknik, dan mental bertanding.
Adapun empat klub yang ambil bagian dalam latihan bersama ini yakni J_Zie Muaythai Club, Station Muaythai Club, Wisedekers Muaythai, dan Bulan Muaythai Camp. Seluruh atlet mengikuti latihan dengan penuh antusias dan disiplin tinggi.
Perwakilan J_Zie Muaythai Club, Fauziah, menyampaikan bahwa latihan rutin klub dilaksanakan empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Khusus hari Minggu, latihan dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi antar klub.
“Latihan bersama ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga membangun kebersamaan dan solidaritas antar atlet Muaythai di Bukittinggi,” ujar Fauziah.
Menurutnya, pembekuan SK oleh Pengprov Muaythai Sumatera Barat berpotensi mengganggu masa depan atlet jika tidak segera diselesaikan.
“Atlet seharusnya tidak menjadi korban dari persoalan organisasi. Mereka hanya ingin berlatih dan bertanding membawa nama daerah,” tegasnya.
Diketahui, cabang olahraga Muaythai di Kota Bukittinggi berdiri sejak tahun 2016.
Saat ini kepengurusan Muaythai Kota Bukittinggi diketuai oleh M. Angga Alfarici, S.Pd, dengan bidang pembinaan dan prestasi dipercayakan kepada Rozi, serta Fauziah sebagai bendahara.
Sebelum polemik kepengurusan mencuat, Muaythai Bukittinggi dikenal aktif mengikuti berbagai kejuaraan sebagai sarana evaluasi pembinaan atlet.
Pada Juli 2025 lalu, delapan atlet Muaythai Bukittinggi yang diturunkan pada Kejuaraan Muaythai Indonesia Walikota Cup dan Piala Ketua DPRD Kota Bengkulu berhasil meraih medali dan mencatatkan prestasi membanggakan.
Selain itu, Muaythai Bukittinggi juga mengirimkan dua atlet pada ajang Pra-PON XXI Tahun 2023 di Surabaya, meskipun belum berhasil meraih medali.
Sementara pada Kejurnas dan Seleknas Muaythai Tahun 2022 di Banten, kontingen Bukittinggi sukses mempersembahkan satu medali perunggu.
Ketua Umum Muaythai Kota Bukittinggi, M. Angga Alfarici, S.Pd, menegaskan bahwa latihan bersama lintas klub merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet, terlepas dari dinamika organisasi yang terjadi.
“Persoalan kepengurusan tidak boleh memadamkan semangat atlet. Mereka adalah aset daerah yang harus terus dijaga dan dibina,” tegas Angga.
Ia berharap polemik yang terjadi dapat segera diselesaikan secara bijak, sehingga fokus pembinaan dan prestasi atlet Muaythai Bukittinggi tidak terganggu. (Rita Yondriadi)