Diujung Bulan Ruwah Permintaan Bunga Tabur Di Solo Masih Tinggi

Diujung Bulan Ruwah Permintaan  Bunga Tabur Di Solo Masih Tinggi
Meski Sudah Berada Di Ujung Bulan Ruwah Permintaan Dan Harga Bunga Tabur Di Solo Masih Tinggi ( Selasa 17/02/2026, Spektroom )

Spektrom - Permintaan bunga tabur di beberapa pasar tardional termasuk Pasar Kembang Solo masih tinggi, meski sudah berada di ujung bulan Ruwah.

Dari pantuan Spektroom ( Selasa 27/02/2026 ) tinggi permintaan bunga tabur, membuktikan masih banyak masyarakat yang melakukan ziarah kubur dikarena adanya libur imlek dan cuti bersama yang dimanfaatkan pulang kampung sekaligus mengunjungi makam keluarga.

Salah seorang pembeli bunga di Pasar Kembang Ny Mary dari Bandung mengaku sengaja pulang kampung memanfaatkan libur panjang sekaligus ziarah. Meski agak kaget dengan harga bunga yang cukup mahal tetapi tetap membeli untuk pelengkap ziarah ke Makamhaji.

" Ini, sebelum nanti kembali kerantau dibandung sengaja berziarah lagi, mahal ya bunga tapi mawarnya cantik dan seger, itung itung kasih rejeki pedagang he he " Kata Mery

Masih tingginya permintaan bunga tabur, meski sudah diujung bulan ruwah juga dirasakan salah seorang pedagang Ny siti yang mengaku lebih ramai sekarang ini dibanding waktu yang sama di tahun lalu, padahal puncak bulan ruwah sudah terjadi hari minggu, dua hari lalu.

Menurut Ny siti, masih banyaknya pembeli di akhir bulan ruwah dikarenakan adanya libur panjang tahun baru Imlek.

" Niku jane puncak ruwah minggu wingi, nek sekarang masih ramai karena tanggal merah tho, masih pada libur " Kata Ny Siti.

Dengan banyaknya pembeli, harga bunga tabur juga masih tinggi dimana dalam satu " KAN JARING " seberat sekitar 10 kg seharga Rp 750.000,- , sedang takaran kecil dalam piring plastik Rp 30.000,-

Sedang pada hari biasa bunga tabur mawar dan putih yang dipasok dari Bandungan Semarang ini untuk takaran piring plastik seharga Rp 5.000,- hingga Rp 10.000,- sedang ukuran Kan Jaring berkisar Rp 150.000,- ( Murni.Prabowo )

Berita terkait