Diwarnai Doa Bersama Untuk Syabilla Putri dan Ayudiah Rivana, Wagub Taj Yasin Tutup Porprov XVII Tahun 2026
Semarang- Spektroom: Diwarnai do'a bersama untuk atlet selam Syabilla Rizkia Putri Raharja asal jepara dan Ayudiah Rivana Tridiandinata, atlet pencak silat asal Kota Semarang yang gugur, Porprov ditutup dengan meriah di Stadion Kebondalem, Kendal, Jumat (30/10/2026) malam.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak seluruh tamu undangan, atlet, dan masyarakat yang hadir, untuk berdoa agar kedua atlet mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Pertandingan di Porprov ke XVII berjalan lancar. Walaupun di dalam perjalanannya ada sedikit permasalahan-permasalahan. Salah satunya adalah ada dua atlet kita yang meninggal dari Jepara maupun dari Kota Semarang. Semoga beliau berdua mendapatkan ampunan dari Allah dan husnul khatimah,” kata Taj Yasin mewakili Gubernur Ahmad Luthfi.
Gus Yasin, sapaan akrabnya, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua atlet. Dia juga mengapresiasi seluruh atlet yang telah berjuang dalam Porprov Jateng XVII/2026.
Di sisi lain, Kota Semarang memastikan diri menjadi juara umum setelah mengumpulkan 177 medali emas, 121 perak, dan 112 perunggu. Total perolehan tersebut mencapai 410 medali.
Posisi kedua ditempati Kota Surakarta dengan 79 emas, 72 perak, dan 70 perunggu sehingga total 221 medali. Disusul Kota Salatiga 41 emas, 37 perak, 66 perunggu dengan total 144 medali.
Selanjutnya, Kabupaten Grobogan 38 emas, 44 perak, 68 perunggu dengan total 150 medali; dan Kabupaten Pati 35 emas, 40 perak, 50 perunggu dengan total 125 medali.
Porprov Jateng XVII/2026 mempertandingkan ratusan nomor olahraga dengan total 2.746 medali yang diperebutkan atlet dari 35 kabupaten/kota. Sebanyak 7.993 atlet ambil bagian dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut.
Gus Yasin mengucapkan selamat kepada para atlet yang berhasil meraih medali. Sementara bagi atlet yang belum berhasil, dia meminta agar tidak patah semangat dan terus meningkatkan kemampuan.
Menurutnya, Porprov bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Karena itu, wagub meminta KONI Jawa Tengah, pengurus cabang olahraga, serta pemerintah kabupaten/kota, segera memetakan atlet potensial, untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwi Atmoko, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Porprov.
Meski secara umum berjalan baik, dia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dan insiden selama pelaksanaan.
“Kami pun melakukan koreksi setiap hari. Mana yang perlu diperbaiki. Sekali lagi saya mengucapkan belasungkawa mendalam. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, kepada keluarga, kepada korban baik yang sekarang sedang sakit dan dua atlet yang meninggal,” ujar Sujarwanto.
Di tengah evaluasi penyelenggaraan, sejumlah atlet justru membawa pulang pengalaman positif dari ajang tersebut.
Atlet bola tangan asal Kabupaten Kendal, Dita Ayu Prameswari, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Porprov tahun ini. Terlebih, ajang tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi olahraga tingkat provinsi.
“Jujur bagus sih, mewah. Saya kan pertama kali juga ikut Porprov. Jadi kayak wow gitu,” katanya, di lokasi penutupan.
Dita mengaku bangga bisa lolos hingga berlaga di Porprov. Baginya, pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk meningkatkan kemampuan sebagai atlet.
“Ternyata bisa sampai masuk Porprov itu bangga banget. Senang banget,” imbuhnya.
Kesan positif juga disampaikan atlet dance sport asal Kabupaten Kudus, Via Linda Dewi Fortuna. Dia bersama rekan-rekannya menilai, fasilitas pertandingan secara keseluruhan berjalan baik.
“Untuk venue, kami rasa sih overall aman semua,” ujarnya.
Pada penutupan tersebut, estafet penyelenggaraan Porprov XVIII/2030 juga diserahkan kepada perwakilan Kedu Raya sebagai tuan rumah berikutnya