DKPPP Jember Lindungi Ternak Dari Wabah, Optimalkan Produksi Telur

DKPPP Jember Lindungi Ternak Dari Wabah, Optimalkan Produksi Telur
Pengawas mutu pakan (Wastukan) usai melakukan tugas (Foto Budi/Spektroom)

Spektroom - Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Jember melakukan langkah konkret dalam mengawal keberhasilan program bantuan peternakan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi komprehensif.

Kegiatan yang berlokasi di kandang penerima manfaat Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari ini merupakan sinergi antara bidang peternakan DKP3 dengan UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan, Kesmavet, dan Klinik Hewan. “Agenda utama difokuskan pada pengawasan mutu pakan bantuan ayam petelur serta tindakan preventif melalui screening Avian Influenza guna memastikan keamanan usaha peternakan rakyat,” ungkap Ir. Purwoto, S.Pt. Pengawas bibit ternak (Wasbitnak), Sabtu (21/2/2026). Dalam pelaksanaan di lapangan, tim terdiri dari Ir. Purwoto, S.Pt. (Wasbitnak), Tri Wahyu Birawandi, Hairul Anwar, A.Md, Norma Amalia Islami, S.Tr.Pt. (Wasbitnak), Amelia Rahmawati Santoso, S.Pt. (Wastukan), Zerlina Arisanti, S.Pt. (Wastukan), dan drh. Prilia Nur Syafittri (Medik Veteriner). “Melalui pengawasan yang ketat, tim memastikan bahwa 40 peternak penerima manfaat telah mendapatkan pakan dalam kondisi berkualitas tinggi, tidak berjamur, serta layak konsumsi,” jelas Zerlina Arisanti, S.Pt. Pengawass mutu pakan (Wastukan) Menurut Pengawas mutu pakan (Wastukan) Zerlina Arisanti, S.Pt., berdasarkan tinjauan teknis, manajemen penyimpanan pakan yang dilakukan peternak sudah sangat baik sehingga mutu nutrisi tetap terjaga, yang secara langsung berdampak pada kondisi kesehatan ayam yang aktif dan memiliki nafsu makan tinggi. Keberhasilan manajemen pemeliharaan ini tercermin dari performa produksi telur yang menunjukkan tren stabil dan meningkat, dengan rata-rata persentase produksi mencapai kisaran 65-70%. Dari aspek kesehatan hewan, hasil screening Avian Influenza (AI) terhadap sampel ayam petelur menunjukkan hasil negatif tanpa adanya indikasi klinis infeksi.

Kondisi ini menegaskan bahwa ternak di Desa Suco berada dalam status aman dari potensi wabah pada saat pemeriksaan dilakukan. Peternak juga dinilai telah menerapkan prinsip biosecurity dan sanitasi kandang yang memadai, serta memiliki kesadaran tinggi untuk berkoordinasi terkait pelaporan dini gangguan kesehatan ternak. Sebagai langkah tindak lanjut untuk penguatan ekonomi, ke depan akan dilakukan evaluasi serta koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah desa setempat. Rencana strategis yang sedang disusun adalah mengupayakan agar hasil produksi ayam petelur dapat ditampung secara kolektif melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Hal ini diharapkan mampu mengoptimalkan rantai pemasaran sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi para peternak di Desa Suco. (Budi S)

Berita terkait