Pendangkalan Sungai Kapuas Hambat Pasokan BBM di Pedalaman Kalbar

Pendangkalan Sungai Kapuas Hambat Pasokan BBM di Pedalaman Kalbar
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, terus berupaya oercepat distribusi BBM ke wilayah hulu Kalbar, Seiring surutnya debit air Sungai Kapuas di Kalbar. (Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga)

Spektroom – Distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah hulu Kalimantan Barat tengah menghadapi tantangan serius akibat pendangkalan Sungai Kapuas–Melawi. Di tengah kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan stok dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan melalui skema alternatif.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, Sabtu (21/2/2026) menjelaskan bahwa dalam beberapa pekan terakhir terjadi penurunan kedalaman alur sungai secara signifikan.

Data monitoring hidrologis mencatat kedalaman air hanya sekitar 2,25 meter—turun drastis dari batas aman navigasi (safe draft limit) 4 meter. Kondisi ini membuat kapal tanker belum dapat melanjutkan pelayaran normal menuju Fuel Terminal (FT) Sintang.

Sejumlah kapal pengangkut BBM saat ini berada dalam posisi ready stock dan anchor di wilayah Sanggau. Namun, proses pembongkaran masih menunggu kepastian izin lokasi jetty dalam skema penanganan darurat.

“Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Secara prinsip, stok BBM aman. Sambil menunggu solusi jalur sungai, distribusi diperkuat melalui jalur darat dari FT Sintang dan Integrated Terminal Pontianak,” ujar Edi.

Pengalihan distribusi melalui jalur darat memang memerlukan waktu tempuh lebih panjang dan biaya logistik lebih besar. Namun langkah tersebut dinilai strategis untuk menjaga kesinambungan suplai ke SPBU dan lembaga penyalur di Kabupaten Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu. Upaya menjaga stabilitas pasokan juga diperkuat lewat koordinasi intensif bersama Pemerintah Kabupaten Melawi.

Pada Rabu 18 Februari 2026, Bupati Melawi bersama Ketua DPRD, Sekda, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan, serta jajaran Polres Melawi melakukan pertemuan langsung dengan pihak Pertamina. Dalam pertemuan itu, Bupati meminta agar distribusi BBM ke seluruh SPBU di Melawi dimaksimalkan, pengawasan diperketat sesuai ketentuan, serta pelayanan kepada masyarakat umum diprioritaskan.

Pemerintah daerah juga mengusulkan agar jam operasional SPBU dimulai lebih awal untuk mempercepat antrean layanan. Selain itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih guna mencegah gangguan distribusi.

Menanggapi hal tersebut, Pertamina menyatakan telah mengoptimalkan suplai melalui jalur darat, memperkuat pengawasan di SPBU, serta memanfaatkan sistem digitalisasi untuk memonitor pergerakan pasokan secara real time. Pengiriman juga diprioritaskan ke SPBU di jalur strategis dan pusat aktivitas masyarakat.

“Kami akan terus bekerja maksimal bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar pasokan segera stabil. Kami mengimbau masyarakat membeli sesuai kebutuhan agar distribusi berjalan lancar dan merata,” tutup Edi.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya mempercepat solusi logistik sungai sembari menjaga distribusi darat tetap optimal, hingga kondisi penyaluran kembali normal sepenuhnya.

Berita terkait

Kejurprov Tinju Amatir Elite Se Riau Digelar di Bangkinang Kab Kampar, Jadi Ajang Seleksi PON Beladiri

Kejurprov Tinju Amatir Elite Se Riau Digelar di Bangkinang Kab Kampar, Jadi Ajang Seleksi PON Beladiri

Pekanbaru-Spektroom : Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Provinsi Riau akan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Amatir Elite 2026 di Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada 3–7 September 2026. Kejuaraan tersebut menjadi ajang seleksi atlet yang akan memperkuat kontingen Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri di Manado, Sulawesi Utara, Oktober mendatang. Ketua

Salman Nurmin, Julianto
ссс