Doa Bersama di Makodim 1002/HST untuk Korban Bencana dan Keselamatan Bangsa

Doa Bersama di Makodim 1002/HST untuk Korban Bencana dan Keselamatan Bangsa
Kegiatan Do'a Bersama di Makodim 1002/HST-KALSEL.(Foto: Kodim 1002/HST)

Junaidi, Agung Yunianto

Kegiatan Do'a Bersama di Makodim 1002/HST-KALSEL.(Foto: Kodim 1002/HST)

Spektroom – Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 sekaligus mendoakan para korban bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah menggelar kegiatan Salat Isya berjamaah dan doa bersama.

Kegiatan berlangsung di Musholla Al Khairul Fahmi Makodim 1002/HST, Rabu (31/12).

Kegiatan keagamaan ini digelar sebagai wujud peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memanjatkan doa agar para korban bencana diberikan keselamatan, ketabahan, serta kekuatan dalam menghadapi ujian.

Selain itu, doa bersama ini juga dipanjatkan untuk keselamatan bangsa Indonesia, khususnya dalam menyongsong pergantian tahun.

Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar menyampaikan bahwa kegiatan salat berjamaah dan doa bersama merupakan bentuk rasa empati serta kepedulian keluarga besar Kodim 1002/HST terhadap masyarakat yang tengah tertimpa musibah.

“Melalui doa bersama ini, kami berharap para korban bencana diberikan ketabahan, kekuatan, serta perlindungan dari Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum introspeksi diri bagi seluruh personel Kodim dalam menyambut Tahun Baru 2026 agar dapat menjalankan tugas dengan lebih baik,” ucapnya.

Dandim juga menambahkan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan serta soliditas antar Anggota, sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai landasan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti