Trending

DPRD Madiun Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Bupati Terhadap LKPJ 2025

DPRD Madiun Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Bupati Terhadap LKPJ 2025
Rapat Paripurna DPRD kabupaten Madiun mendengarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Tahun 2025 (Foto Kominfo)

Madiun-Spektroom : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Madiun menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota Bupati terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, Rabu (4/3/2026). Ketua DPRD Madiun, Fery Sudarsono menjelaskan, penyampaian LKPJ tersebut berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 yang mewajibkan kepala daerah menyampaikan LKPJ paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir. "Penyampaian LKPJ merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat melalui DPRD atas penggunaan anggaran dan pelaksanaan program kerja sepanjang 2025," jelasnya. Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan capaian penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun, mulai dari pengelolaan keuangan, pelaksanaan program dan kegiatan, kebijakan strategis, tindak lanjut rekomendasi DPRD, hingga pelaksanaan tugas pembantuan. Dari sisi keuangan, realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp 2,17 triliun atau 102,87 persen dari target. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi Rp 448,23 miliar atau 102,26 persen, sedangkan pendapatan transfer sebesar Rp 1,72 triliun atau 103,03 persen. Adapun belanja daerah terealisasi Rp 2,10 triliun atau 93,34 persen. “Secara umum, pengelolaan APBD 2025 dinilai berjalan baik dan melampaui target pendapatan,” ujar Bupati. Pada indikator kinerja utama daerah, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun tercatat 5,33 persen atau 108,77 persen dari target. Indeks Reformasi Birokrasi terealisasi 87,33, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 74,81, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 75,47. Tingkat kemiskinan berada di angka 10,40 persen dan tingkat pengangguran terbuka 3,22 persen. Di sektor pendidikan, rata-rata lama sekolah mencapai 8,21 tahun dan harapan lama sekolah 13,28 tahun. Pada bidang kesehatan, indeks kesehatan tercatat 0,850. Dan untuk sektor infrastruktur, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, serta pelayanan sosial juga menunjukkan capaian yang sebagian besar melampaui target.

Berita terkait

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025,  Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Maluku Raih Terbaik Ketiga Nasional IPP 2025, Lewerissa Persembahkan Penghargaan untuk Seluruh Rakyat dan Pemuda

Ambon-Spektroom: Provinsi Maluku kembali menunjukkan capaian positif dalam pembangunan kepemudaan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diperoleh melalui peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Tahun 2025, Maluku berhasil menempati posisi Terbaik Ketiga Nasional, sebuah prestasi yang mencerminkan kerja bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Penghargaan ini diterima Gubernur Maluku, Hendrik

Yantje Lekatompessy, Pelinus Latuheru
Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Lantik 73 Pejabat Pengawas, Bupati Banyuwangi Minta Pejabat Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat

Banyuwangi-Spektroom :  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melantik 73 pejabat pengawas yang akan bertugas di kelurahan dan kecamatan, di Aula Rempeg Jogopati, Kamis malam (29/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani meminta kepada seluruh jajaran kecamatan dan kelurahan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Seperti melayani dengan ramah dan senyuman,

Julianto
Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP