DPW dan DPD LDII di Maluku Utara Ikut Munas Melalui Zoom Metting

DPW dan DPD LDII di Maluku Utara Ikut Munas Melalui Zoom Metting
Pengurus dan undangan saat mengikuti pembukaan Munas di Aula DPW LDII Maluku Utara (Foto: Nanang/Spektroom)

Ternate-Spektroom : Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dengan tema Memperkokoh Peran LDII dalam membangun Indonesia yang berdaulat, harmonis dan berkeadaban untuk perdamaian dunia, berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 7 - 9 April 2026 di Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Selasa (7/4/2026).

Munas yang dibuka Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso diikuti sekitar 900 peserta baik tatap muka maupun daring dan luring. Untuk pengurus DPW dan DPD mengikuti Munas secara zoom metting termasuk Maluku Utara mengikuti Munas melalui zoom metting di Aula Sekretariat LDII Lingkungan Gamayou Blok K RT 04 Kelurahan Makassar Barat Ternate Tengah.

Pembukaan Munas yang dilakukan secara zoom metting diikuti Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum H. Fachruddin Tukuboya, Ketua MUI Maluku Utara H. Samlan Ahmad, juga Wakil dari BIN Maluku Utara serta sejumlah undangan.

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso ketika membuka Munas mengatakan, Munas yang dilaksanakan ini menjadi momentum strategis untuk menilai kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah program kerja ke depan, mulai dari evaluasi kepengurusan, penyusunan program umum organisasi, hingga pemberian rekomendasi untuk berbagai isu strategis nasional.

“Selain itu, di forum tertinggi LDII ini, juga akan memilih kepengurusan baru untuk periode selanjutnya. LDII sebagai bagian dari komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional," ujar Chriswanto.

Menurutnya, situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah, menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat daya tahan nasional, khususnya di sektor pangan," ujarnya.

Delapan program LDII yang dilaksanakan yaitu Kebangsaan, dakwah keagamaan, pendidikan, energi terbarukan, ketahanan pangan dan lingkungan, kesehatan, pemanfaatan teknologi serta penguatan ekonomi syariah, sejalan dengan Astacita, karena itu warga LDII juga harus ikut berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Chriswanto juga mengingatkan dengan kondisi penerapan kebijakan penghematan energi secara ketat, sebagai bentuk dukungan, ia mengajak masyarakat, khususnya warga LDII, untuk berperan aktif dalam penghematan energi sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.

“Indonesia harus menjadi lebih baik. Kita harus terus berbuat sesuatu yang positif dan menunjukkan kontribusi nyata untuk bangsa,” tutup KH Chriswanto.

Berita terkait