Dr. Nur Fadhilah Ajak Lulusan Syariah Jadi Agen Perubahan di Tengah Dinamika Zaman
Malang -Spektroom: Pesan kuat tentang pentingnya peran sarjana dalam menghadapi perubahan sosial mengemuka dalam Yudisium ke-58 dan Pembekalan Calon Wisudawan Periode II Tahun 2026 Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (18/6/2026).
Melalui orasi ilmiahnya, Dr. Nur Fadhilah, M.H., mengajak para lulusan untuk tidak sekadar menjadi pengikut arus zaman, melainkan tampil sebagai agen perubahan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Di hadapan ratusan calon wisudawan, Dr. Nur Fadhilah menegaskan bahwa tantangan terbesar generasi Muslim saat ini adalah kemampuan menjembatani antara teks keagamaan dengan realitas sosial yang terus berkembang. Menurutnya, perubahan merupakan keniscayaan yang harus direspons dengan pemikiran kritis dan solusi yang relevan.
“Islam tidak pernah alergi terhadap perubahan. Yang harus dijaga adalah nilai-nilainya, sementara pendekatan dan implementasinya dapat terus berkembang sesuai kebutuhan zaman,” ujarnya.
Dalam orasi yang berjudul “Dari Kewajiban ke Kemitraan: Membaca Ulang Nafkah dalam Keluarga Muslim Masa Kini”, ia memaparkan hasil penelitian mengenai transformasi praktik nafkah dalam keluarga Muslim Indonesia.
Namun lebih dari itu, ia menekankan pentingnya keberanian akademisi dan sarjana muda untuk membaca fenomena sosial secara objektif serta menghadirkan gagasan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual atau capaian akademik semata. Integritas, kepedulian sosial, dan kemampuan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat justru menjadi ukuran yang lebih penting dalam kehidupan nyata.
Ia mengingatkan bahwa dunia saat ini membutuhkan lebih banyak pemecah masalah daripada pengeluh. Karena itu, lulusan perguruan tinggi harus mampu mengubah ilmu yang diperoleh selama masa studi menjadi kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Dr. Nur Fadhilah juga menekankan bahwa ilmu pengetahuan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Setiap sarjana memiliki tanggung jawab moral untuk mengabdikan pengetahuan yang dimiliki demi mewujudkan keadilan, kesejahteraan, dan kemanfaatan bagi sesama.
Menjelang akhir orasinya, ia menyampaikan pesan yang mengundang refleksi mendalam bagi para calon wisudawan. Menurutnya, masyarakat tidak akan mengingat angka indeks prestasi yang diperoleh seseorang selama kuliah, tetapi akan mengingat manfaat yang diberikan kepada lingkungan dan masyarakat.
“Jika dunia penuh ketidakadilan, jangan hanya menjadi penonton setia. Lulusan Fakultas Syariah UIN Maliki bukan dilahirkan untuk mengikuti keadaan, tetapi untuk mengubahnya menjadi lebih bermakna,” tegasnya.
Pesan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta yudisium. Orasi Dr. Nur Fadhilah dinilai tidak hanya memberikan wawasan akademik, tetapi juga suntikan motivasi bagi para lulusan untuk memasuki dunia pengabdian dengan semangat perubahan, keadilan, dan kemanusiaan.
Momentum yudisium kali ini pun menjadi lebih bermakna karena tidak hanya menandai berakhirnya perjalanan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya generasi sarjana yang siap menjawab tantangan zaman dengan ilmu, integritas, dan keberpihakan pada kemaslahatan masyarakat.