Drama Empat Set di GOR Ahmad Yani, Bhayangkara Singkirkan Zhaiyk VC
Pontianak-Spektroom : Riuh rendah ribuan penonton di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, pecah saat blok keras Farhan Halim menutup laga dramatis Jakarta Bhayangkara Presisi kontra Zhaiyk VC, Kazakhstan, Rabu (13/05/2026).
Kemenangan (3-1)itu bukan sekadar membawa wakil Indonesia melaju ke semifinal AVC Men’s Champions League 2026, tetapi juga memperlihatkan bagaimana mental juara dibangun di tengah tekanan.
Di atas lapangan, Bhayangkara tampil bak kumpulan bintang dunia.
Ada Robertlandy Simón Aties, middle blocker asal Kuba yang dijuluki “Simonster”, Rok Mozic dari Slovenia, hingga opposite asal Mali, Noumory Keita.
Namun, kemenangan ini lahir bukan hanya dari nama besar, melainkan dari perjuangan bangkit saat permainan nyaris lepas dari genggaman.
Bhayangkara sebenarnya membuka laga dengan meyakinkan. Smash keras Keita, blok kokoh Simón, dan service ace Farhan Halim membuat tim asuhan Reidel Toiran unggul cepat.
Kombinasi serangan cepat dan pertahanan disiplin membawa Bhayangkara menutup set pertama (25-19).
Namun, Zhaiyk VC tidak datang ke Pontianak untuk menyerah begitu saja. Klub asal Kazakhstan itu mulai menemukan ritme permainan pada set kedua.
Mereka memaksa Bhayangkara bermain dalam reli-reli panjang yang menguras emosi.
Sempat tertinggal cukup jauh, Bhayangkara perlahan mengejar lewat momentum service ace Farhan dan blok penting di poin kritis.
Ketika skor menyentuh (23-23) atmosfer arena berubah tegang. Penonton berdiri, sebagian merekam momen dengan telepon genggam, sementara sorakan “Indonesia” menggema dari tribun.
Sayangnya, Bhayangkara gagal menjaga momentum dan harus menyerahkan set kedua dengan skor tipis ( 25-27)
Alih-alih tertekan, Bhayangkara justru bangkit pada set ketiga. Pergantian posisi pemain membuat permainan lebih hidup.
Serangan-serangan Keita kembali sulit dibendung, sementara Simón menjadi tembok yang mematahkan agresivitas lawan.
Bhayangkara melesat jauh hingga unggul (15-5) sebelum akhirnya menutup set (25-19)
Drama kembali hadir di set keempat. Zhaiyk sempat memimpin dan memaksa Bhayangkara bekerja keras mengejar angka demi angka.
Pergantian setter dengan masuknya Alfin Daniel Pratama menjadi titik balik permainan.
Perlahan, Bhayangkara menyamakan kedudukan hingga berbalik unggul.
Keita dan Mozic menjadi pembeda pada poin-poin akhir. Match point akhirnya lahir lewat serangan Mozic sebelum Farhan Halim memastikan kemenangan melalui blok penutup yang langsung disambut gemuruh penonton.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Bhayangkara Presisi bukan hanya ingin menjadi tuan rumah yang baik di AVC Champions League 2026, tetapi juga penantang serius untuk merebut gelar juara Asia.