Drone Canggih UAV VTOL Polda Kalbar Mulai Mengudara
Pontianak-Spektroom : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus membayangi Kalimantan Barat mendorong aparat kepolisian memanfaatkan teknologi mutakhir.
Jumat (21/08/2026), Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Kalbar menggelar simulasi penanganan karhutla dengan mengoperasikan Drone UAV VTOL (Vertical Take-Off and Landing), pesawat tanpa awak yang mampu lepas landas dan mendarat secara vertikal sekaligus menjangkau area luas dari udara.
Dron UAP VTOL Dit Samapta Polda Kalbar diterbangkan. (Video: Bid Humas Polda Kalbar)
Dalam simulasi tersebut, drone diterbangkan untuk memantau wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran serta mendeteksi titik api sejak dini.
Teknologi ini memungkinkan personel memperoleh gambaran situasi lapangan secara real time, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Penggunaan drone menjadi bagian dari strategi modernisasi penanganan bencana yang kini mulai diterapkan Polda Kalbar.
Dengan kondisi geografis Kalbar yang didominasi kawasan hutan, lahan gambut, dan wilayah terpencil, pengawasan melalui udara dinilai mampu meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan saat terjadi kebakaran.

Sebanyak sembilan personel operator Drone UAV VTOL terlibat dalam kegiatan tersebut.
Tim dipimpin langsung oleh AKP Herry Wanson T. M. N., S.I.Kom., yang memastikan seluruh tahapan simulasi berjalan sesuai prosedur operasional.
Selain untuk mendukung operasi penanggulangan karhutla, drone tersebut juga memiliki fungsi yang lebih luas.
Perangkat ini dapat digunakan dalam berbagai kegiatan kepolisian, mulai dari operasi pengamanan skala besar hingga mendukung misi Search and Rescue (SAR) saat terjadi bencana atau kondisi darurat lainnya.
Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan pemanfaatan teknologi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas tugas kepolisian di lapangan.
“Penggunaan teknologi drone diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta mempercepat respons dalam penanganan karhutla dan kegiatan kepolisian lainnya,” kata Bambang.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diikuti dengan peningkatan kemampuan personel agar kepolisian mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.
Karena itu, pelatihan dan simulasi rutin menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana alam.
Langkah ini juga menunjukkan keseriusan Polda Kalbar dalam menghadapi musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dengan dukungan teknologi udara, proses pemantauan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan efisien dibandingkan metode konvensional.
Melalui pemanfaatan Drone UAV VTOL, Polda Kalbar berharap deteksi dini terhadap potensi karhutla dapat dilakukan lebih optimal sehingga dampak kebakaran dapat ditekan sejak awal.
Di tengah meningkatnya ancaman karhutla, teknologi kini menjadi salah satu senjata utama dalam menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat Kalimantan Barat.