Dua Kali Erupsi Sehari, Gunung Marapi Semburkan Abu hingga 600 Meter.
Spektroom — Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan dua kali erupsi dalam satu hari, Kamis (5/2/2026).
Erupsi pertama terjadi pada pukul 11.27 WIB, meski tinggi kolom abu tidak teramati secara visual. Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 25,9 milimeter dan durasi sekitar 25 detik.
Beberapa jam berselang, erupsi kedua terjadi pada pukul 18.19 WIB. Pada kejadian ini, kolom abu teramati membumbung setinggi kurang lebih 600 meter di atas puncak atau sekitar 3.491 meter di atas permukaan laut.
Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang terlihat condong ke arah timur laut. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 30,2 milimeter dengan durasi sekitar 34 detik.
Dampak aktivitas vulkanik tersebut turut dirasakan warga di sekitar gunung. Anthony Sumagek, warga kawasan Gantiang, Padang Panjang, mengaku mencium bau belerang yang cukup kuat. “Bau belerang tercium sampai ke Padang Panjang, diduga berasal dari aktivitas Gunung Marapi,” ujarnya.
Kepala Pos Pengamat Gunung Api Marapi, Badan Geologi, Ahmad Rifandi, menjelaskan bahwa hingga kini Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut masih berada pada Status Level II atau Waspada. Ia menegaskan agar masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek.
" Masyarakat dan wisatawan untuk sementara tidak beraktivitas di radius 3 Km dari pusat erupsi kawah Verbeek " tegas Ahmad Rifandi.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sepanjang lembah dan aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar, terutama saat hujan. Jika terjadi hujan abu, warga diimbau menggunakan masker untuk mencegah gangguan saluran pernapasan.
Ahmad Rifandi juga mengingatkan seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah daerah di Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar, dan Agam diminta terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta Pos Pengamatan Gunung Marapi guna memastikan langkah mitigasi berjalan optimal. ( Rita)