Dua Lansia Hilang di Hutan Brebes dan Purbalingga, Tim SAR Terus Berupaya Lakukan Pencarian
Brebes/Purbalingga – Upaya pencarian terhadap dua warga lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan hutan di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Purbalingga masih terus dilakukan oleh Basarnas bersama tim SAR gabungan.
Medan yang berat dengan vegetasi rapat serta tebing curam menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian.
Di Kabupaten Brebes, operasi pencarian terhadap Naruh (78), warga Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, memasuki hari ketujuh pada Minggu (5/7). Tim SAR gabungan memperluas area pencarian dengan menyisir jurang, aliran sungai, hingga lereng perbukitan di kawasan Hutan Desa Wanatirta.
Pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran darat dari lokasi kejadian menuju titik pencarian pertama, sementara SRU 2 menyisir jalur lain hingga titik pencarian kedua.
Selain itu, tim juga telah menyebarkan informasi kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan hutan maupun desa-desa sekitar agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Meski telah mengerahkan personel Basarnas, relawan, serta masyarakat setempat selama tujuh hari, korban belum berhasil ditemukan. Sesuai prosedur operasional standar (SOP) Basarnas, operasi SAR resmi ditutup dan status korban dinyatakan hilang. Selanjutnya, pemantauan tetap dilakukan apabila muncul informasi baru terkait keberadaan korban.
Sementara itu di Kabupaten Purbalingga, pencarian terhadap Museni (72), warga Desa Tunjungmulih, Kecamatan Karangmoncol, memasuki hari keempat.

Lansia tersebut dilaporkan tidak pulang setelah pergi ke kawasan Hutan Bukit Tobong pada Kamis (2/7).
Komandan Tim Rescue, Amin Riyanto, mengatakan pencarian dilakukan dengan membagi personel menjadi dua SRU. Tim pertama menyisir area yang biasa dilalui korban dengan radius sekitar lima kilometer, sedangkan tim kedua melakukan pencarian menyusuri aliran sungai dan lembah curam di dalam hutan.
Hingga akhir pencarian hari keempat, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Menurut Amin, minimnya saksi, lebatnya vegetasi, serta kondisi jalur yang terjal menjadi kendala utama di lapangan. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari kelima dengan harapan korban segera ditemukan.