Infrastruktur Megah, Jalanan Tetap Padat

Infrastruktur Megah, Jalanan Tetap Padat
Ironi Jalan Megah yang Tak Mengurai Macet (Foto Spektroom/ Hy)

Jakarta - Spektroom : Kemacetan seolah telah mendarah daging menjadi identitas Ibu Kota. Berbagai kebijakan, mulai dari sistem ganjil genap hingga kebijakan bekerja dari rumah (WFH), telah digelontorkan. Namun, kendaraan pribadi masih menjadi primadona warga Jakarta untuk bepergian. Alasannya klasik: ketepatan waktu dan kenyamanan.

Kondisi ini menciptakan ironi di jalanan Jakarta. Jalur khusus Transjakarta yang seharusnya steril demi mobilitas cepat, justru kerap diserobot oleh mobil dan sepeda motor warga yang tak sabar. Mereka yang terjebak dalam desakan waktu memilih jalan pintas yang melanggar aturan demi sampai ke tujuan lebih cepat.

Di sisi lain, potret kontras terlihat jelas di halte atau titik pemberhentian JakLingko. Bagi seorang ibu lansia, menunggu angkutan publik bukanlah hal yang menenangkan. Jadwal kedatangan yang tidak menentu kerap menguji kesabaran. Ketidakpastian waktu ini tak jarang memicu rasa jengkel bagi mereka yang sangat bergantung pada layanan angkutan umum.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pengguna transportasi umum di Jakarta masih berada di kisaran 27–28 persen. Padahal, konektivitas antarmoda di ibu kota sudah mencapai 93 persen.

Karena itu, ia meminta Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) ikut memperbaiki tata kelola transportasi agar semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi.

Fakta di lapangan seolah menjadi tamparan keras. Meski Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya meningkatkan konektivitas pada kenyataannya, infrastruktur yang mumpuni belum sepenuhnya berbanding lurus dengan perubahan kebiasaan warga. Kendaraan pribadi tetap menjadi pilihan rasional demi menjamin kelancaran aktivitas harian.

Pada akhirnya, pembangunan moda transportasi modern dan terintegrasi seperti Transjakarta dan JakLingko harus dibarengi dengan evaluasi layanan di akar rumput. Selama masyarakat masih mengandalkan kendaraan pribadi akibat ketidakpastian angkutan umum, kemajuan sarana transportasi publik Jakarta tidak akan pernah cukup untuk menghapus julukannya sebagai kota langganan macet.

Berita terkait

Warga Kalibata City Gelar Donor Darah, Khitanan Massal & Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Warga Kalibata City Gelar Donor Darah, Khitanan Massal & Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Jakarta - Spektroom : Suasana pagi di kawasan Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/7/2026), Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS), bersama Badan Pengelola Kalibata City sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosial kemanusiaan. Mulai dari aksi Donor Darah, Khitanan Massal, hingga Penyuluhan Kanker Serviks dan Pemeriksaan Pap

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP