Dua Pekan Terendam, Warga Danau Sentani Bertahan di Tengah Air yang Tak Kunjung Surut

Dua Pekan Terendam, Warga Danau Sentani Bertahan di Tengah Air yang Tak Kunjung Surut
Situasi rumah warga di kelurahan Asei kecil sentani timur yg masih terendam air. Foto:Toni Teniwut/Spektroom

Jayapura - Spektroom — Sudah dua pekan terakhir, sejak 7 hingga 14 April 2026, ratusan rumah warga di pesisir Danau Sentani masih terendam air.

Rumah-rumah panggung yang berdiri di atas tiang kini nyaris kehilangan fungsinya, ketika air danau terus meninggi akibat hujan deras berkepanjangan dan angin barat yang menahan aliran air ke laut.

Di Kampung Asei Kecil, Sentani Timur, air belum juga menunjukkan tanda-tanda surut hingga Selasa malam (14/04/2026).

Papan-papan rumah yang biasanya menjadi lantai kini terendam, menyisakan ruang sempit bagi warga untuk bertahan.

Sebagian warga memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Namun tidak sedikit yang tetap tinggal, menjaga harta benda yang tersisa.

Di tengah genangan, aktivitas sehari-hari berjalan dengan keterbatasan—memasak, beristirahat, hingga menjaga anak-anak dilakukan di ruang yang kian menyempit.

“Kalau kami pergi, barang-barang bisa rusak atau hilang. Jadi kami bertahan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, upaya gotong royong terus dilakukan. Warga bersama aparat pemerintah membersihkan rumah dan saluran air yang tersumbat sampah. Harapan sederhana muncul dari aktivitas ini: agar air segera surut dan kehidupan kembali normal.

Pemerintah Kabupaten Jayapura turut hadir dengan menyalurkan bantuan. Sebanyak 30 ton beras dan berbagai kebutuhan pokok didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga terdampak di sejumlah kampung seperti Atamali, Abar, Putali, hingga Yobeh.

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengatakan pemerintah berupaya memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus hadir.
Kami ingin meringankan beban warga, terutama kebutuhan dasar mereka,” ujarnya.

Selain logistik, tim medis juga diterjunkan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pasca banjir. Kondisi air yang menggenang dalam waktu lama berisiko memicu gangguan kesehatan, mulai dari penyakit kulit hingga infeksi saluran pernapasan.

Meski bantuan mulai mengalir, ketidak pastian masih membayangi. Warga hanya bisa berharap cuaca segera membaik dan air Danau Sentani kembali surut.

Di atas genangan yang belum pergi, mereka bertahan—menjaga rumah, merawat harapan, dan menunggu air kembali ke tempatnya.

Berita terkait

UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

UMJ Luncurkan I-CHIP, Dorong Kebijakan Kesehatan Berbasis Riset

Jakarta — Spektroom : Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meluncurkan Institute for Community Health and Innovation Policy (I-CHIP) melalui Seminar Nasional bertema “Kedaulatan Kesehatan: Akselerasi Transdisiplin Menuju Kebijakan yang Berbasis dan Berkeadilan” di Gedung Cendekia UMJ, Selasa (15/9/2026). Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah

Irvan Idris Saleh, Buang Supeno
Disnaker Jember: Perlindungan Pekerja Harus Sejalan dengan Keberlangsungan Perusahaan

Disnaker Jember: Perlindungan Pekerja Harus Sejalan dengan Keberlangsungan Perusahaan

Jember – Spektroom: Pemerintah Kabupaten Jember mendorong penguatan perlindungan pekerja tanpa mengabaikan keberlangsungan dunia usaha. Keseimbangan antara hak pekerja dan kepastian bagi perusahaan dinilai menjadi kunci membangun hubungan industrial yang sehat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember Muhammad Zamroni, S.H., M.Si., dalam Customer Gathering BPJS Ketenagakerjaan

Budi Sucahyono, Buang Supeno
ссс