Dua Remaja Ditangkap di Jeneponto Karena Kasus Pelemparan Mobil

Reporter: M. Yahya Patta

Dua Remaja Ditangkap di Jeneponto Karena Kasus Pelemparan Mobil
Foto salah seorang terduga pelaku pelemparan mobil di Jeneponto

Spektroom - Kasus pelemparan mobil di Jeneponto mengingatkan kita bahwa ruang publik yang sepi bukan berarti aman. Dua remaja ditangkap, beberapa lainnya masih buron. Apa yang mendorong anak muda berusia belasan tahun tega merusak kendaraan orang yang bahkan tidak mereka kenal? Dalam studi kejahatan jawabannya bisa kita temukan dalam Routine Activity Theory.

Zul Khaidir Kadir, S.H., M.H. Dosen Fakultas Hukum UMI dan Pengamat Kriminalitas mengatakan, teori ini sederhana: Kejahatan lahir ketika tiga hal bertemu. Ada pelaku yang termotivasi, ada target yang rentan, dan tidak ada pengawas. Ketiganya hadir lengkap dini hari itu. Remaja yang mencari sensasi berdiri di pinggir jalan. Mobil korban lewat sendirian pada jam tiga pagi, di jalanan gelap. Tak ada polisi, tak ada warga yang berjaga. Situasi sempurna bagi tindakan kriminal.

Zul Khaidir Kadir, S.H., M.H. Dosen Fakultas Hukum UMI dan pengamat Kriminalitas

Kita sering menyalahkan niat jahat pelaku. Padahal, niat hanya satu sisi. Lingkungan yang longgar pengawasan sama berbahayanya. Jalan yang gelap, lingkungan tanpa ronda, dan minimnya patroli polisi, menjadi panggung yang mengundang kejahatan. Mobil apa pun bisa menjadi sasaran, bukan hanya milik korban malam itu.

Lalu, apa pelajarannya? Menangkap pelaku memang penting, tetapi tidak cukup. Polisi harus memperkuat patroli, pemerintah daerah mesti memastikan penerangan jalan, sementara masyarakat perlu kembali hidupkan kontrol sosial. Di sisi lain, anak muda harus diberi ruang positif. Energi mereka bisa diarahkan ke olahraga, seni, atau kegiatan komunitas, bukan dibiarkan mencari adrenalin di jalanan.

Mobil Korban Pelemparan batu di Jeneponto (Sumber group media Jeneponto)

Kejahatan, kata teori itu, bukan hanya soal siapa yang berbuat, melainkan juga soal kapan dan di mana. Maka jika kita ingin jalanan Jeneponto dan banyak daerah lain bebas dari lemparan batu atau botol, kita harus memutus salah satu dari tiga unsur tadi. Karena ketika pelaku ada, target mudah, dan tidak adanya pengawas, maka kriminalitas hanya tinggal menunggu waktu.

Kasus pelemparan batu di jeneponto terjadi saat melintas di wilayah kecamatan binamu menuju kabupaten bantaeng,tanggal 19 Agustus 2025 malam mengakibatkan 7 unit mobil mengalami kerusakan melibatkan 7 orang pelaku 2 diantaranya berinisial AD dan M masing- masing 16 tahun terciduk oleh aparat kepolisian Polres Jeneponto di kampung punere desa kaluku kecamatan batang kabupaten jeneponto, sementara 5 orang lainnya masing- masing AB, AW, AQ, HR dan RH, masih dalam pencarian. Untuk kedua pelaku yang sudah tertangkap, saat ini diamankan di polres Jeneponto, sembari menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berita terkait

1 Muharram  Merupakan Harapan Baru Ketika Sebuah Masjid Diproyeksikan Menjadi Pusat Kehidupan Warga

1 Muharram Merupakan Harapan Baru Ketika Sebuah Masjid Diproyeksikan Menjadi Pusat Kehidupan Warga

Depok – Spekstroom:Suasana libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di kawasan Perumahan Orchid Green Park, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Selasa (16/6/2026), terasa berbeda. Di tengah semangat menyambut tahun baru Islam, warga berkumpul menyak sikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Munaroh Abdullahar, sebuah rumah ibadah

Wismo Basuki, Nurana Diah Dhayanti
Polda Maluku Perketat Seleksi Psikologi Casis Polri, Karo SDM Tegaskan Rekrutmen Berbasis Merit dan Bebas Intervensi

Polda Maluku Perketat Seleksi Psikologi Casis Polri, Karo SDM Tegaskan Rekrutmen Berbasis Merit dan Bebas Intervensi

Ambon–Spektroom: Polda Maluku terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan berbasis merit. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pemeriksaan Psikologi (Rikpsi) Tahap II dalam rangka penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 yang dipantau langsung oleh Ketua Panitia Daerah Penerimaan Polri Polda Maluku,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Serap Aspirasi dari Bawah, Sekretaris Kemendukbangga Berdialog Dengan PKB/PLKB di Tidore

Serap Aspirasi dari Bawah, Sekretaris Kemendukbangga Berdialog Dengan PKB/PLKB di Tidore

Tidore–Spektroom : Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN RI, Budi Setiyono, meninjau Balai Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Tidore sekaligus berdialog dengan para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Dalam kunjungan tersebut, Prof. Budi Setiyono didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Sosialisasi TNI Buka Wawasan Masyarakat Desa Lermatang Dukung Pembangunan PSN LNG Blok Masela

Sosialisasi TNI Buka Wawasan Masyarakat Desa Lermatang Dukung Pembangunan PSN LNG Blok Masela

Tanimbar-Spektroom : Upaya pendekatan dan sosialisasi yang terus dilakukan TNI kepada warga Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, semakin memperkuat pemahaman masyarakat mengenai manfaat besar Proyek Strategis Nasional atau PSN LNG Blok Masela. Melalui pendekatan yang akrab dan penuh kekeluargaan, para personel TNI menyampaikan informasi secara jelas dan terbuka agar setiap

Eva Moenandar, Rafles