Dua Siswa MAN 1 Kota Sukabumi Berani Bicara di Gala Premier Pengin Hijrah: Cerdas, Dapat Hadiah, Bikin Penonton Tepuk Tangan

Dua Siswa MAN 1 Kota Sukabumi Berani Bicara di Gala Premier Pengin Hijrah: Cerdas, Dapat Hadiah, Bikin Penonton Tepuk Tangan
Gala Premier Pengin Hijrah menjadi lebih dari sekadar tontonan, saat sesi quiz interaktif dibuka. (Dok humas MAN 1 Kota Sukabumi)

Spektroom - Suasana Gala Premier film “Pengin Hijrah” di SAM’s Studio Jalur Kota Sukabumi berubah hangat dan penuh semangat ketika dua siswa MAN 1 Kota Sukabumi, Arla Khumaira dan Amir Hamzah, tampil spontan menjawab pertanyaan dari tim film. Dengan jawaban cerdas dan sikap percaya diri, keduanya bukan hanya menghidupkan suasana, tapi juga membuktikan bahwa menonton film bisa menjadi ajang belajar dan refleksi diri.

Acara Gala Premier ini menjadi lebih dari sekadar tontonan. Saat sesi quiz interaktif dibuka, Arla dan Amir langsung mencuri perhatian. Mereka berani berbicara di hadapan penonton, menanggapi pesan film dengan kalimat jernih dan penuh makna, Sabtu (25/10/2025)

“Filmnya sederhana tapi nyentuh. Saya jadi paham, hijrah itu bukan tiba-tiba berubah, tapi terus belajar memperbaiki diri,” ujar Arla Khumaira dengan senyum lega usai menerima hadiah.

Sementara Amir Hamzah menimpali, “Bagian paling saya ingat itu saat tokohnya jatuh tapi bangkit lagi. Itu bikin saya mikir, jangan takut salah, asal mau berubah.”

Kepala MAN 1 Kota Sukabumi, H. Agus Syarif Hidayat, mengapresiasi keberanian dua siswanya itu. “Melalui sinema, anak-anak belajar menilai hidup, mengambil nilai baik, dan berani bicara dengan santun. Itu nilai karakter yang ingin kami tanamkan,” ujarnya.

Sutradara film Pengin Hijrah, Imam Heriadi, sebelumnya menegaskan bahwa film ini memang dirancang untuk menyalakan kesadaran diri di kalangan muda. “Hijrah itu bukan slogan, tapi proses. Kami ingin film ini jadi cermin yang memantulkan niat baik,” katanya.

Tepuk tangan panjang penonton mengiringi akhir acara. Riuh, hangat, dan berisi suasana yang menggambarkan bahwa hiburan dan edukasi tak perlu dipisahkan. Film, siswa, dan penonton sama-sama belajar: bahwa keberanian berbicara dan memahami makna adalah bagian nyata dari perjalanan hijrah itu sendiri.
Dari acara ini, dapat digaris bawahi bahwa:
Berani Bicara, Berani Berubah!
Dua siswa MAN 1 Kota Sukabumi Arla dan Amir bikin penonton terpukau di Gala Premier film Pengin Hijrah.
Jawaban cerdas mereka soal pesan film bukan cuma dapat hadiah, tapi juga tepuk tangan panjang bergema di aula.
Karena kadang, belajar itu bukan di kelas, tapi di layar. (Polin. Dhamba)

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс