Duka KKN UNUKASE: Tiga Mahasiswa Gugur dalam Pengabdian, Kampus Gelar Doa Bersama dan Hentikan Sementara KKN

Duka KKN UNUKASE: Tiga Mahasiswa Gugur dalam Pengabdian, Kampus Gelar Doa Bersama dan Hentikan Sementara KKN
Suasana doa bersama di Mesjid Kampus As-Su'ada Syeikh Abdul Qadir Hasan, UNUKASE.(Foto Humas UNUKASE)

Banjar-Spektroom : Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) setelah tiga mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan pengabdian di Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Sebagai penghormatan terakhir, civitas akademika UNUKASE menggelar tahlilan dan doa bersama di Masjid Kampus As-Su'ada Syeikh Abdul Qadir Hasan, Gambut, Selasa (4/8/2026). Kegiatan dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan keluarga korban dalam suasana penuh haru.

Ketiga mahasiswa yang wafat yakni Veri Andi Saputra (S1 Akuntansi 2023), serta Nafa Izzatul Jannah dan Nur'aini Salsabila (S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2023). Ketiganya merupakan penerima Beasiswa KIP Kuliah yang dikenal aktif berprestasi dan mengabdi kepada masyarakat.

Musibah terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.00 WITA saat mobil pikap yang membawa rombongan mahasiswa KKN bertabrakan dengan mobil tangki BBM di wilayah Kecamatan Mantewe.

Suasana doa bersama di Mesjid Kampus As-Su'ada Syeikh Abdul Qadir Hasan, UNUKASE.(Foto Humas UNUKASE)

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Rektor UNUKASE Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc. langsung menginstruksikan tim universitas yang dipimpin Wakil Rektor III untuk menuju lokasi guna mendampingi korban dan keluarga serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.

Rektor Abrani menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Menurutnya, ketiga mahasiswa merupakan generasi muda yang memiliki masa depan cerah dan semangat pengabdian tinggi.

"Kami bukan hanya kehilangan mahasiswa, tetapi kehilangan anak-anak kami sendiri. Mereka berangkat untuk mengabdi kepada masyarakat, namun Allah SWT berkehendak memanggil mereka lebih dahulu," ujarnya.

Ia menambahkan, para korban dikenal sebagai pribadi yang aktif memberi manfaat bagi masyarakat. Nafa Izzatul Jannah mengajar di lembaga bimbingan belajar, sementara Veri Andi Saputra mengabdikan diri sebagai guru mengaji di rumah tahfiz.

Sebagai bentuk kepedulian, UNUKASE menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta kepada masing-masing keluarga korban serta berkomitmen terus memberikan pendampingan.

Sementara itu, Wakil Rektor III Dr. Ir. Murjani menyatakan universitas menghentikan sementara pelaksanaan KKN di Desa Batulicin Irigasi dan melakukan cooling down untuk seluruh lokasi KKN sambil mengevaluasi pelaksanaannya.

"Kebijakan ini diambil agar mahasiswa memiliki waktu memulihkan kondisi psikologis dan dapat kembali menjalankan aktivitas akademik dengan rasa aman," katanya.

UNUKASE juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, kepolisian, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat yang telah membantu proses evakuasi serta penanganan para korban. Doa bersama digelar sebagai ikhtiar memohon agar ketiga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Berita terkait

Calon Jemaah Haji Sukorambi Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Kesiapan Fisik Dipastikan Bagi Jamaah

Calon Jemaah Haji Sukorambi Jalani Pemeriksaan Kesehatan, Kesiapan Fisik Dipastikan Bagi Jamaah

Jember-Spektroom : Calon jamaah haji Kecamatan Sukorambi menjalani pemeriksaan kesehatan di Pendopo Kecamatan Sukorambi, kabupaten Jember Jawa Timur, pada Rabu, (23/09/2026), Pemeriksaan melibatkan jajaran Puskesmas Sukorambi dan dokter spesialis dari Laboratorium Medis dan Klinik Budi Sehat sebagai bagian dari persiapan kesehatan calon jemaah. Kegiatan dihadiri Sekcam Sukorambi Josias Anto

Budi Sucahyono, Rafles
Pengguna JKN di  Ambon Hampir 100 Persen, Tapi 78 Ribu Warga Masih Terkendala Akses Kesehatan

Pengguna JKN di Ambon Hampir 100 Persen, Tapi 78 Ribu Warga Masih Terkendala Akses Kesehatan

Ambon-Spektroom : Angka kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Ambon nyaris menyentuh 100 persen. Namun di balik capaian tersebut, persoalan besar masih tersisa. Sebanyak 78.291 penduduk belum memiliki kepesertaan JKN aktif. Data itu terungkap dalam Forum Komunikasi Implementasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta untuk Universal Health Coverage (UHC)

Eva Moenandar, Rafles