Dukung Sekolah Swasta Gratis DKI Anggarkan Rp90 Miliar

Dukung Sekolah Swasta Gratis DKI Anggarkan Rp90 Miliar
Ilustrasi Sekolah gratis yang telah direnovasi oleh Kemdnterian pu dijakarta

SPEKTROOM.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk program sekolah swasta gratis di 40 sekolah yang sudah ditunjuk. Hal tersebut dijelaskan Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim di Balaikota DKI Jakarta,Kamis ( 17/7/2025).

Menurut Chico  anggaran tersebut diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta yang ada. “Sisanya menunggu APBD Perubahan yang akan diketok di DPRD akhir bulan ini,” kata Chico

Terkait Peraturan Gubernur (Pergub) soal sekolah swasta gratis, Chico mengatakan paling lambat akan disahkan dalam dua bulan ke depan.
“Paling lama kurang lebihnya 2 bulan. Proses penyusunan produk hukumnya masih terus berjalan di dinas bersama biro hukum,” kata Chico.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan Perubahan APBD dalam Rapat Paripurna bersama DPRD DKI Jakarta pada Rabu (16/7). Dalam pidatonya di rapat tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa Total Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp91,86 triliun, naik sebesar 0,57 persen dibandingkan dengan Penetapan APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp91,34 triliun.

Sementara itu, program sekolah swasta gratis di Jakarta sudah dimulai bertepatan dengan tahun ajaran baru, meski Pergub mengenai hal tersebut belum disahkan.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta, Taga Radja Gah menjelaskan hal ini dilakukan dengan tujuan agar setiap anak bisa mulai bersekolah. Taga juga menjelaskan keputusan ini dibuat setelah berdiskusi dengan pihak sekolah swasta yang ditunjuk.
“Kalau nunggu Pergub dulu kan nggak sekolah, nanti kasihan. Makanya kami kemarin musyawarah sama sekolah swasta. Pergubnya belum ada, tapi Insha Allah kami akan proses terus,” kata Taga.

Setelah berdiskusi dengan 40 sekolah swasta yang ikut dalam program sekolah gratis, Taga mengatakan seluruhnya setuju dengan keputusan tersebut meski belum ada Pergub.
“Untuk pembayaran memang menunggu Pergub, dan mereka paham. Inilah kolaborasi antara masyarakat dengan Pemda. Sebenarnya kan ini untuk membantu wilayah-wilayah yang tidak ada sekolah negerinya,” kata Taga.


Berita terkait

UNEJ dan Ditjen LIP Perkuat Sinergi Optimasi Lahan Non-Rawa di Jember

UNEJ dan Ditjen LIP Perkuat Sinergi Optimasi Lahan Non-Rawa di Jember

Jember-Spektroom : Universitas Jember (UNEJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) resmi memperkuat kolaborasi strategis dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) guna menggarap potensi besar lahan non-rawa di Kabupaten Jember. Sinergi ini diwujudkan melalui pelaksanaan perencanaan teknis Survey, Investigation, and Design (SID) Optimasi Lahan Non-Rawa 2026

Julianto
Jember Jadi Kabupaten Pertama di Tapal Kuda yang Memiliki MPP Mini Terbanyak

Jember Jadi Kabupaten Pertama di Tapal Kuda yang Memiliki MPP Mini Terbanyak

Jember-Spektroom : Bupati Jember Muhammad Fawait, secara resmi meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan, salah satunya di Kecamatan Tanggul. Kebijakan ini merupakan upaya terobosan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember untuk mendekatkan layanan publik kepada masyarakat di wilayah pinggiran. Langkah ini menjadikan Jember sebagai kabupaten pertama di Tapal Kuda yang

Budi Sucahyono, Julianto