Dukung Tim Oranye, Warga Ambon Diajak Nobar Piala Dunia Bersama Dubes Belanda

Dukung Tim Oranye, Warga Ambon Diajak Nobar Piala Dunia Bersama Dubes Belanda
Pemerintah Kota Ambon bersama masyarakat akan menggelar kegiatan Nonton bareng (Nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 bersama Duta Besar Belanda di Kota Ambon. foto Diskominfo Ambon kamis18/6/2026.

Ambon-Spektroom: Pemerintah Kota Ambon bersama masyarakat akan menggelar acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026. Acara ini menjadi spesial karena dihadiri langsung oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen.

Laga besar Grup F antara Belanda melawan Swedia ini akan berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon. Warga bisa datang pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 02.00 WIT.

Juru Bicara Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, menjelaskan bahwa ide nobar ini lahir dari obrolan antara Dubes Belanda dan Wali Kota Ambon. Saat berkunjung ke Ambon akhir April lalu, Dubes Marc melihat langsung besarnya dukungan warga Ambon untuk tim nasional Belanda. Hal ini terbukti dari banyaknya atribut oranye dan bendera Belanda yang mulai menghiasi sudut kota.

"Masyarakat Ambon punya basis penggemar sepak bola yang sangat kuat, termasuk untuk tim Belanda," ujar Ronald di Balai Kota, Kamis (18/6/2026).

Wali Kota Ambon menilai acara nobar ini bukan sekadar hiburan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan menjaga kerukunan warga. Di tengah perbedaan tim jagoan, Pemkot berharap warga Ambon tetap kompak.

Pemkot Ambon mengimbau seluruh masyarakat yang hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Warga diminta menjunjung tinggi sportivitas agar acara nobar berjalan aman, damai, dan penuh sukacita.(Hy/EM)

Berita terkait

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Sumbar Kembangkan Mekanisme Rujukan Terpadu

Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperkuat upaya perlindungan anak melalui pengembangan mekanisme rujukan terpadu bagi Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (AMPK), termasuk anak yang terdampak atau terpapar jaringan kekerasan ekstremisme. Penguatan tersebut dibahas Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Deputi Deradikalisasi BNPT sekaligus Direktur Idensos Densus 88 AT, Irjen

Rafles
ссс