Dukungan Pemkab Rembang Berbuah Manis, Petani Mojorembun Raih Keuntungan Rp30 Juta per Hektare

Dukungan Pemkab Rembang Berbuah Manis, Petani Mojorembun Raih Keuntungan Rp30 Juta per Hektare
Bupati Rembang H. Harno saat kegiatan panen raya padi di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kamis (12/2/2026)(Foto:Sigit)

Spektroom: Dukungan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam mendorong modernisasi sektor pertanian membuahkan hasil positif.

Pemanfaatan teknologi pertanian oleh petani di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan secara signifikan.

Hal tersebut terlihat pada kegiatan panen raya padi yang digelar Kamis (12/2/2026) bersama Bupati Rembang H. Harno.

Dalam satu musim tanam, petani setempat mampu meraih keuntungan sekitar Rp30 juta per hektare.

Panen raya tersebut didukung penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern yang difasilitasi pemerintah.

Di antaranya combine harvester, transplanter roda empat, serta drone untuk penyemprotan pupuk dan pestisida.

Pemanfaatan alsintan ini terbukti meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus mendongkrak produktivitas hasil panen.

Ketua Kelompok Tani Budi Luhur Desa Mojorembun, Karyono, menyampaikan produksi padi per hektare mencapai 6.700 kilogram.

Dengan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp7.100 per kilogram, total pendapatan kotor petani mencapai Rp47.570.000.

“Biaya produksi satu hektare sekitar Rp17.512.000. Setelah dikurangi biaya tersebut, petani memperoleh keuntungan Rp30.038.000. Alhamdulillah, petani modern sekarang penghasilannya bisa setara sekitar Rp7,5 juta per bulan,” terang Karyono.

Bupati Rembang H. Harno mengungkapkan tingginya produktivitas dan harga jual gabah merupakan hasil dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat modernisasi pertanian melalui fasilitasi bantuan alsintan setiap tahun.

“Saya yakin ke depan semua desa akan tercukupi kebutuhan alsintannya, karena setiap tahun pemerintah memberikan bantuan. Saya minta alsintan yang sudah diberikan dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Selain itu, Bupati juga merespons usulan petani terkait normalisasi jaringan irigasi di desa tersebut.

Ia menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Pusat agar penanganan irigasi dapat direalisasikan melalui skema kolaborasi pendanaan.

“Mana yang bisa ditangani daerah akan kita ambil. Kalau bisa masuk provinsi, kita dorong ke provinsi. Kalau pusat yang bisa masuk, kita kolaborasi,” pungkasnya.

Berita terkait

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Pangdam XV/Pattimura Luncurkan Program Emas Hijau, Tanam Sejuta Pohon Sukun Perkuat Ketahanan Pangan

Ambon-Spektroom : Kodam XV/Pattimura kembali memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui penanaman pohon sukun secara masif. Kegiatan Launching Penanaman Sejuta Pohon Sukun ini digelar di kawasan Bukit Paralayang, Ambon, pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan penanaman ini dilaksanakan serentak di jajaran Kodam XV/Pattimura. Acara

Eva Moenandar, Julianto
Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Pemkot Jayapura Bekali Pengetahuan Pelaku UMKM Dengan Pelatihan Teknologi Digital

Jayapura-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM setempat membekali pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kekerampilan mengusai teknologi digital untuk meningkatkan daya saing produk dalam dunia usaha. Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan peningkatan kesejahteraan

Anthonius Teniwut, Julianto
ссс