Edukasi Kesehatan Semenjak Usia Dini, TP PKK Batang Gelar Lomba Cerdas Cermat Dokter Kecil
Batang-Spektroom: Guna mendorong pelajar sekolah dasar membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan diri dan lingkungan sejak dini, Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang memperkuat edukasi kesehatan bagi anak melalui Lomba Cerdas Cermat (LCC) Dokter Kecil.
Sebanyak 15 kecamatan mengikuti LCC yang diinisiasi Kelompok Kerja (Pokja) IV TP PKK Kabupaten Batang.
Para peserta berkompetisi menjawab pertanyaan seputar kesehatan, PHBS, penyakit menular, gizi, makanan sesuai standar, hingga 10 program PKK untuk memperebutkan tiket ke babak final.
Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menguji pengetahuan kesehatan, tetapi juga melatih keberanian dan kepercayaan diri anak.
Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan dan sesama perlu dibentuk sejak usia sekolah.
"Selain mendidik mereka berperilaku sehat, lomba ini juga menjadi media untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dokter ," harap Faelasufa Faiz Kurniawan, usai membuka lomba, di Aula PKK Kabupaten Batang, Kamis 10 September 2026.
Faelasufa menilai cita-cita menjadi dokter juga dapat menjadi pintu masuk untuk membangun empati anak terhadap lingkungan dan orang lain.
Karena itu, anak didorong memiliki tekad kuat sejak dini untuk mencapai cita-cita tersebut.
"Ini sebagai upaya mewujudkan cita-citanya karena tidak mudah untuk jadi dokter, makanya perlu tekad yang kuat," harapnya.
Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Batang, Ida Susilaksmi, menilai LCC Dokter Kecil menjadi sarana efektif untuk memberikan pemahaman kesehatan kepada anak sejak dini.
Pengetahuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada perlombaan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat memengaruhi teman sebaya.
"Manfaatnya agar anak-anak lebih peduli terhadap kesehatan, bagi dirinya maupun orang di sekitarnya. Ini juga untuk memotivasi diri dan teman sebaya agar berperilaku sehat dalam kesehariannya," tegasnya.
Salah satu peserta, Ulfa, dari SDN Kandeman 1, mengaku telah mempersiapkan diri selama beberapa pekan bersama guru kelasnya, Nindi, serta mendapat pendampingan dari petugas Puskesmas.
Ia berharap materi yang dipelajari, terutama tentang PHBS, dapat membantu menghadapi pertanyaan dalam perlombaan.
"Ya belajar sama bu guru soal PHBS dan lainnya, semoga soalnya keluar semua," harapnya.