Ekonomi Global Tak Menentu, Ini Solusi Pemerintah Agar Haji 2027 Tetap Murah
Jakarta - Spektroom : Dinamika global hingga keterbatasan fiskal nasional secara langsung memengaruhi penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di Arab Saudi dengan sistem pembayaran berbasis mata uang asing yang dikonversi ke dolar Amerika Serikat
Di sisi lain, pemerintah tetap berkomitmen menjaga keterjangkauan biaya haji bagi masyarakat
Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi yang diikuti jajaran Kantor Wilayah Kemenhaj se-Indonesia di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah ( Kemenhaj ) RI, Teguh Dwi Nugroho mengatakan Fluktuasi global sangat memengaruhi stabilitas biaya haji. Avtur naik sangat tinggi, logistik meningkat, nilai tukar terus bergerak, sementara ruang fiskal nasional semakin terbatas. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun 2027.
"Penyusunan pagu indikatif Tahun Anggaran 2027 diarahkan sebagai momentum transformasi kelembagaan untuk memperkuat layanan haji dan umrah yang lebih efisien, inovatif, adaptif terhadap dinamika global, serta tetap berfokus pada kepentingan jemaah" ujarnya
Menurutnya, pagu anggaran Kemenhaj Tahun 2026 sebesar Rp2,679 triliun, sedangkan pagu indikatif Tahun 2027 berada pada angka Rp1,945 triliun.
“Keterbatasan pagu bukan hambatan untuk bekerja. Justru ini menjadi momentum memperbaiki kualitas belanja agar lebih efektif, tepat guna, dan benar-benar memberikan manfaat langsung kepada jemaah,” tegasnya.
Teguh juga mengingatkan bahwa seluruh program Kemenhaj harus memiliki keterhubungan yang jelas dengan agenda prioritas Presiden Prsbowo serta arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sekjen menyampaikan empat pesan utama dalam penyusunan pagu indikatif Tahun 2027, yaitu fokus pada layanan inti, meninggalkan pola kerja business as usual, memperkuat inovasi dan digitalisasi, serta memastikan belanja berbasis output dan outcome.
Ia juga menyinggung asumsi makro ekonomi nasional tahun 2027 yang menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,9 hingga 7,5 persen sebagai bagian dari fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 per dolar AS, inflasi sekitar 2,5 persen, serta harga minyak dunia yang masih fluktuatif menjadi faktor penting dalam penyusunan kebijakan anggaran nasional tahum 2027
“Kemenhaj memiliki mandat yang sangat spesifik, yaitu memastikan pelayanan haji dan umrah berjalan optimal. Karena itu seluruh kebijakan, program, dan penggunaan anggaran harus berorientasi pada kualitas pelayanan jemaah,” pungkasnya