Ekspor Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional Membuka Peluang UMKM Menjadi Eksportir

Ekspor Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional Membuka Peluang UMKM Menjadi Eksportir
DirjenPengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Punto Dewi saat menjadi narasumber Diskusi "Membuka Peluang Ekspor di Era Digital”( Spektroom / DD)

Spektroom - Ekspor kunci utama kemandirian ekonomi nasional. Terutama untuk UMKM  ekspor sangat penting sebagai fondasi kemandirian ekonomi nasional di era digital. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal ( Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Punto Dewi,  saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Ekspor UMKM bertema “Membuka Peluang Ekspor di Era Digital”, yang digelar di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).

Menurut Fajarini, pemerintah memiliki visi besar untuk membangun ekonomi Indonesia yang mandiri, memperkuat kewirausahaan, mengembangkan industri nasional, serta mengurangi ketergantungan pada pihak luar. “Semua harus dimulai dari mimpi dan visi. Tanpa cita-cita, sulit bagi kita untuk maju. UMKM harus berani bermimpi menembus pasar global,” ujar Dirjen Fajarini.

Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 mencapai 5,04 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia yang berada di kisaran 3,1 persen. Sementara itu, sektor perdagangan nasional juga tumbuh positif sebesar 5,5 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan perdagangan global yang sekitar 3 persen.

Pelatihan Ekspor UMKM bertema “Membuka Peluang Ekspor di Era Digital” ( Spektroom/DD)

“Ini menunjukkan peluang ekspor kita masih sangat besar. UMKM harus memanfaatkan momentum ini, terutama dengan dukungan teknologi digital,” tambahnya.

Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM diharapkan semakin siap dan percaya diri untuk memasarkan produk unggulannya ke pasar internasional dengan memanfaatkan platform digital dan dukungan pemerintah.

Sementara Direktur Pengembangan  Pasar dan Informasi Ekspor Kementerian Perdagangan,  Bayu Wicaksono Putro membagikan sejumlah tips praktis agar UMKM mampu menembus pasar internasional.

Tiga Narasumber dari kanan Ibu Fajarini Punto Dewi, Bayu Wicaksono Putro, (tengah)Eksportir muda Indonesia, Lianto Fahmi Nasution (Spektrom/ DD)

Menurut Bayu, pelaku UMKM harus istiqomah dan konsisten, serta memiliki profil perusahaan dan katalog produk yang jelas agar mudah berinteraksi dengan calon pembeli luar negeri.“Pelaku UMKM juga wajib melakukan riset pasar negara tujuan dan memahami regulasi ekspor, mulai dari standar kualitas, sertifikasi, hingga ketentuan kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, peluang pasar terbuka lebar di sejumlah negara seperti Eropa Timur, Rusia, Kazakhstan, Chili, hingga Peru. Bahkan, produk lokal seperti tempe kini dikenal sebagai super food di Eropa dan memiliki nilai jual tinggi.

Eksportir muda Indonesia, Lianto Fahmi Nasution dalam paparan nya mengajak para Milenial, dan Gen Z untuk tidak ragu ragu memulai usaha ekspor ke luar negeri. Menurutnya memilih bisnis: ekspor merupakan keuntungan nya besar, alasanya efortnya sama,  dan terlihat keren" ucapnya.

Dikatakan, langkah pertama adalah mengenal bisnis ekspor dengan mencari pembeli. Setelah itu siapa saja yang  terlibat kegiatan eksport, misalnya Bea cukai,  Bea keluar  ( biasanya UMKM tidak ada biaya keluar),selanjutnya Shiping company ( perusahaan yg punya pesawat/ kapal Freight Forwarder) " katanya.

"Selain itu eksportir harus persiapkan  marketing tolls:  (name card, Company Profile) Harus disiplin dan konsisten, mempunyai website dan optimalisasi.Bangun relasi dengan mengikuti kegiatan komunitas. Terakhir mencari buyer melaui goegle dan AI." terang nya.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti