El Nino 2026 akan Sebabkan Kekeringan di Jatim
Madiun-Spektroom : Kepala Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Surabaya, Taufik Herwaman menjelaskan, fenomena El Nino di Jawa Timur diperkirakan akan dimulai pada bulan Juni atau pertengahan tahun 2026. Penjelasan itu disampaikan Taufik Hermawan pada Rakor Penanganan Dampak Hydrometerology tahun 2026 di Dyandra Convention Centre Surabaya (7/4/2026). Menurut Taufik, fenomenca El Nino diperkirakan menyebabkan penurunan curah hujan di Jawa Timur secara dratis, yakni sebesar 20% hingga sampai 40%. "Dalam kondisi ini puncak kekeringan diprediksi terjadi bulan Agustus hingga September tahun 2026. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau melakukan gerakan percepatan penyimpanan air di embung atau waduk pada bulan April ini. Mulai bulan Mei, petani di harapkan agar melakukan penyesuaian kalender tanam yang hemat air khususnya di wilayah utara Jawa Timur, yang diprediksi potensi penyusutan air nya lebih cepat," paparnya.
Rakor Penanganan Dampak Hydrometeorology 2026 juga dihadiri Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, beserta Kapolres Madiun, Kasipidsus Kejari Kab Madiun, Kasdim 0803 Madiun, Ir Soedjiono, Plt Kadispertanian, Kasatpol PP dan Damkar serta Perwakilan BPBD Kabupaten Madiun. Rakor yang dimoderatori oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli dari beberapa instasi diantaranya Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB RI, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan RI, Direktur Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian Kementerian Pertanian RI, dari BMKG kelas I Juanda dan Kapolda Jatim, untuk membahas dampak fenomena El Nino serta memberikan pola tanam bagi para petani.