Empat Siswa MAN 1 Kota Sukabumi Dikukuhkan sebagai Duta Anti Bullying Indonesia
Spektroom - Empat siswa MAN 1 Kota Sukabumi menyandang predikat Duta Pelajar Anti Bullying Indonesia ajang yang digelar @pab.community dan @pab.jabar. Penghargaan ini menjadi penegasan komitmen madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Konfirmasi Waka Humas MAN 1 Kota Sukabumi, Drs. Dasep Hanan Mubarok, M.Pd.I. yang disampaikan pada Spektroom, Kamis, (12/02/2026), tak bisa menutupi perasaanya.
“Kami sangat bangga atas terpilihnya empat siswa sebagai Duta Pelajar Anti Bullying Indonesia. Ini menunjukkan bahwa siswa MAN 1 tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Dasep Hanan Mubarok, M.Pd.I menegaskan, para duta diharapkan menjadi teladan dalam menumbuhkan budaya saling menghargai, memperkuat empati, dan membangun kebersamaan di lingkungan madrasah. Atas penghargaan Duta Pelajar Anti Bullying Indonesia digelar @pab.community dan @pab.jabar, Selasa lalu (10/02/2026), mereka harus terus menjadi rol model, bagi peserta didik dan di rumah.
Empat siswa yang dipilih yakni Rahma Dani (XI-E), Eneng Dilla Aulia Mulyana (XI-H), Cindy Putri Nurhalimuhtar (X-C), dan Teuku Makarim El-Pribadi (XI-F). Keterpilihan mereka menjadi bagian dari gerakan pelajar anti-bullying yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan, mendorong keberanian melapor, serta menghentikan segala bentuk intimidasi di sekolah.
“Menjadi Duta Pelajar Anti Bullying adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kami ingin mengajak teman-teman untuk saling menghargai, tidak melakukan perundungan, dan berani bersuara jika melihat tindakan bullying,” kata Teuku Makarim El-Pribadi.
Ia menambahkan, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman adalah hak seluruh siswa tanpa kecuali. Pengukuhan empat siswa tersebut menjadi langkah konkret MAN 1 Kota Sukabumi dalam memperkuat budaya sekolah yang ramah dan berkarakter.
Program Gerakan pelajar anti-bullying bertujuan meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan, menghentikan segala bentuk intimidasi, serta membangun empati dan keberanian siswa untuk mencegah maupun melaporkan tindakan bullying.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi tumbuh menjadi kesadaran kolektif seluruh warga madrasah untuk menolak segala bentuk perundungan dan membangun ruang belajar yang harmonis.(Polin Dhamba)